Jember, kuasarakyat.com – Pelaksanaan Pemilu 2024 boleh disebut berjalan lancar, namun dalam tahapan rekapitulasi ditingkat kecamatan, banyak partai yang mulai gerah dengan adanya penggelembungan suara di sejumlah kecamatan di Jember, dan melaporkan temuan ini ke kantor Bawaslu Jember.
Sampai hari ini Kamis (29/2/2023), sedikitnya 11 laporan sudah masuk ke kantor Bawaslu Jember, dan dari 10 Laporan, partai pendukung Prabowo, paling dominan membuat laporan, diantaranya Partai Golkar, Partai Gerindra dan juga PAN, kemudian disusul partai diluar pendukung Prabowo, Yakni Partai Nasdem, Partai PDI P dan juga PKB.
“Sampai hari ini, sudah ada 11 laporan yang masuk ke meja Bawaslu, dimana beberapa sudah di proses dan ditindaklanjuti dengan memberikan rekomendasi, diantaranya melakukan penghitungan ulang di 29 TPS yang tersebar di 14 Kecamatan, dan reka ulang untuk caleg pusat di 111 TPS, serta rekap ulang di 33 TPS untuk Caleg Propinsi,” ujar Devi Aulia Rachim Komisioner Bawaslu.
Dari data yang dirangkum media ini, Partai Golkar paling mendominasi laporan, setidaknya ada 4 laporan.
Abdul Halim ketua DPC Partai Gerindra Jember kepada wartawan menyatakan, bahwa kecurangan pemilu tahun ini dinilai sudah Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM). “Kami melihat kecurangan pdmilu tahun ini begitu Terstruktur Sistematis dan Masif,” ujar Halim.
Kecurangan-kecurangan yang banyak terjadi dalam pemilu 2024 di Kabupaten Jember, Rata-rata psnggelembungan suara dan juga pergeseran suara, baik di internal padtai maupun dengan partai lain.
Sementara Miftahul Rahman atau biasa disapa Cak Memet korlap Kowaslu Jember menyebutkan, jika pemilu tahun ini terlihat bar-bar, karena beberapa ‘sutradara’ pemilu (penyelenggara) tahun sebelumnya tahun ini ikut menjadi pemain (menjadi caleg).
“Sehingga banyak permainan dan titipan, dan ini sudah saya prediksi jauh sebelum pelaksanaan pemilu, perselisihan yang banyak di internal partai, yakni antar caleg,” pungkas Cak Memet. (Ma)
