Indeks

Ibu dan Anak di Jember Cekcok, Saling Adu Benar

Comment1,021 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Ernawati (63) warga yang tinggal di Perumahan Bina Marga Jalan Sentot Prawirodirjo Kaliwates Jember, Senin (7/8/2023) sore mendatangi Mapolres Jember, Ibu paruh baya ini ditemani Inggrid anak bungsunya, untuk melaporkan PS yang tidak lain anak sulungnya.

Kepada wartawan, Ernawati menceritakan, kejadian ini bermula pada Senin pagi, saat dirinya hendak masuk ke Perumahan Alam Hijau di Desa Dukuh Mencek Sukorambi Jember untuk menjenguk Inggrid anak bungsunya, namun saat baru berada di pintu gerbang, ia berpapasan dengan PS yang juga anak kandungnya.

Tanpa sebab, PS seorang perawat dan PNS di salah satu Puskesmas di Jember, yang kebetulan juga tinggal di Perumahan tersebut, tiba-tiba memepet dirinya, karena dipepet anaknya, Ernawati menghentikan laju kendaraanya dan sempat menegur PS hingga keduanya terjadi cekcok.

“Saat itu saya berniat mau ke rumah anak saya yang bungsu di Perumahan Alam Hijau, kebetulan, keduanya memang tinggal di sana, saat baru sampai gerbang perumahan, saya berpapasan dengan anak saya, dan tiba-tiba saya dipepet dan nyaris ditabrak,” kata Ernawati.

Tidak hanya itu, Ernawati juga nyaris diamuk warga, hal ini setelah PS berteriak maling kepada Ernawati, mendengar ada teriakan maling, beberapa warga yang lalu lalang langsung bertindak dengan mengamankan dirinya.

“Saya saat itu bilang ke warga, kalau saya adalah ibu kandungnya, tapi warga tidak percaya, dan tetap memegangi saya, kemudian saya ditolong Satpam Perumahan,” tambahnya

Beruntung saat itu ketua RW tempat anaknya tinggal juga lewat dan mengenali dirinya, jika dirinya adalah ibu kandung dari PS, sehingga warga melepas dirinya, dan PS melanjutkan perjalanan ke Puskesmas tempatnya bekerja.

Peristiwa inipun kemudian sampai ke Inggrid anak bungsunya, sehingga Inggrid mengajak ibunya untuk mendatangi kakanya di Puskesmas.

“Saya bukan tidak terima atau bagaimana, saya mengajak ibu saya untuk mendatangi kakak saya di tempat kerjanya, tujuannya untuk tabayyun,” ujar Inggrid.

Namun kedatangan dirinya bersama ibunya, justru disambut tidak baik oleh PS, PS justru naik pitam, sehingga keduanya terjadi keributan, dan mendapat serangan dari kakaknya. “Kerudung saya dia buka, rambut saya dijambak dan tangan saya digigit,” bebernya.

Mendapat serangan yang demikian, Inggrit pun membela diri. Sampai pada akhirnya, kakaknya jatuh tersungkur dan jidatnya luka.

“Ada kabar saya dan ibu, dia laporkan ke polisi karena tuduhan pengeroyokan, padahal kami tidak mengeroyok,” elaknya.

Khawatir kena masalah, Inggrit bersama ibunya ikut mendatangi Polres Jember. Dia bermaksud melaporkan kejadiannya yang sebenarnya ke SPKT Polres Jember. Namun oleh pihak SPKT, akan dilakukan mediasi terlebih dahulu dengan didampingi Bhabinkamtibmas setempat.

“Tadi pak polisinya bilang, kami akan di mediasi dengan kakak saya, jika tidak ada penyelesaian dan mediasi gagal, terpaksa perkara ini akan diproses,” pungkas Inggrid.

Sementara PS, saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon membantah kejadian itu.

Dia mengaku dirinya yang didatangi oleh adik dan ibunya di tempatnya bekerja. “Jadi saya itu tadi didatangi, kejadiannya bukan di Alam Hijau, tapi di Puskesmas Sukorambi tempat saya berdinas, apa masnya tadi dari Polres? Kalau iya saya menunggu panggilan dari pihak kepolisian saja,” ujar PS.

Namun saat ditanya, bahwa semua berawal dari Alam hijau, dimana dirinya hendak menyerempet ibunya dan sempat meneriaki maling, PS membantah hal tersebut, menurut PS, saat itu dirinya terburu-buru hendak kegiatan Posyandu, kemudian berpapasan dengan ibunya.

“Ya saat itu saya terburu-buru, kebetulan berpapasan dengan ibu saya, kebetulan ibu saya naik motornya agak ketengah, jadi kesannya saya menyerempet atau mau menabrak, justru saya yang diteriaki oleh ibu saya, kalau saya jahat dan disebut anak durhaka,” pungas PS. (Ma)

Comment1,021 views
  • Share
Exit mobile version