Indeks

Lansia 78 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur di Gambiran Banyuwangi

Comment21 views
  • Share

Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di dalam sumur rumahnya di Dusun Sumberjo, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Korban diketahui bernama Sarmiadi (78).

Peristiwa tersebut diketahui pada Selasa (29/09/26) pagi. Polisi menerima laporan dari warga sekitar pukul 08.15 WIB setelah keluarga menemukan korban berada di dalam sumur.

Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto mengatakan, korban pertama kali dicari oleh menantunya, Siswandi (58), sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, Siswandi datang ke rumah korban untuk melihat kondisi kesehatan sekaligus memberi makan hewan ternak yang berada di belakang rumah.

Setibanya di rumah, Siswandi mendapati seluruh pintu dalam kondisi terbuka dan lampu rumah masih menyala. Namun, Sarmiadi tidak berada di dalam rumah.

Siswandi kemudian mencari korban di sekitar rumah sembari memanggil namanya. Setelah tidak menemukan korban, ia mencari ke area persawahan yang biasa didatangi Sarmiadi untuk mencari rumput pakan ternak.

Karena tetap tidak menemukan korban, Siswandi kemudian meminta bantuan anaknya yang juga merupakan cucu korban, Andino Marchellyno (26).

“Keduanya kemudian kembali ke rumah korban untuk mencari keberadaan Sarmiadi di sekitar rumah,” kata Dwi dalam keterangannya.

Saat mencari di sekitar sumur, keduanya mendapati penutup sumur dalam kondisi terbuka. Mereka juga menemukan sepasang sandal milik korban di dekat sumur.

Keduanya kemudian memeriksa bagian dalam sumur. Karena tubuh korban belum terlihat, Siswandi mencoba menyalakan pompa air sekaligus memasukkan kayu panjang ke dalam sumur untuk memastikan keberadaan korban.

Upaya tersebut akhirnya membuat tubuh Sarmiadi terlihat mengapung di dalam sumur dalam kondisi tidak bergerak.

“Keduanya kemudian meminta pertolongan warga dan menghubungi anggota Polsek Gambiran,” jelasnya.

Petugas Polsek Gambiran kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara. Proses evakuasi korban turut melibatkan petugas Damkar Unit Genteng dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Jajag.

Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga kesehatan menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Korban diperkirakan telah meninggal sekitar 4-5 jam sebelum dilakukan pemeriksaan.

Dari pemeriksaan awal tersebut, petugas tidak menemukan luka baru maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Untuk memastikan penyebab kematian, secara medis diperlukan pemeriksaan autopsi. Namun, pihak keluarga menyatakan menerima hasil pemeriksaan awal dan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“Untuk mengetahui lebih jelas kematian korban, harus dilakukan autopsi,” demikian hasil pemeriksaan tenaga kesehatan yang diterima polisi.

Pihak keluarga sebelumnya menyebut Sarmiadi memiliki riwayat sakit kelenjar prostat dan hipertensi dalam sekitar dua bulan terakhir. Namun, polisi tidak menyimpulkan penyakit tersebut sebagai penyebab kematian korban.

Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai sekitar pukul 10.20 WIB, jenazah Sarmiadi diserahkan kepada keluarga. Korban kemudian dimakamkan di TPU Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran. (CZ)

Comment21 views
  • Share
Exit mobile version