Indeks

Merasa ‘Eman’ Pasar Manggisan Dibiarkan Mangkrak, Sejumlah Pedagang Lakukan ‘Penyerobotan

Comment2,938 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Sejumlah pedagang di Pasar Manggisan, Rabu (27/10/2021) sore melakukan ‘penyerobotan’ los pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul, bahkan aksi warga ini terekam dalam vidio dan beredar luas di sejumlah group whatsapp (WAG), dalam vidio tersebut, terlihat sejumlah pedagang melakukan pembongkaran pagar pasar yang terbuat dari seng yang selama ini menutupi pasar tersebut.

Bahkan informasi yang diterima media ini, aksi pedagang terus berlangsung hingga Rabu malam, dan masih memadati pasar yang sudah 3 tahun ‘ditinggal penghuninya’, rupanya para pedagang mencari tempat yang akan ditempati untuk jualan untuk diberi tanda sebagai ‘hak milik’ nya.

Ismanto salah satu pedagang yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan pedagang dalam ‘menyerobot’ pasar dilakukan secara spontanitas, hal ini karena pedagang sudah jenuh menunggu kepastian selesainya pembangunan pasar Manggisan.

Selain itu, alasan lain warga tidak sabat menempati pasar tersebut, dikarenakan pasar tempat relokasi selama ini sering banjir saat musim hujan, sehingga warga merasa ‘eman’ jika pasar yang ada tidak segera ditempati.

“Ini tadi aksi pedagang tidak dikoordinir, terjadi secara spontan mas, malah yang pertama ibu-ibu, saya belakangan tadi, lagi pula warga sudah jenuh menunggu ketidak pastian untuk menempati pasar ini, eman sudah 3 tahun mangkrak, padahal saat mau dibangun dulu janjinya 3 bulan saja, tapi sampai tiga tahun,” ujar Ismanto

Ismanto menambahkan, untuk menempati kembali pasar Manggisan tersebut, pihaknya belum bisa memastikan, kapan teman-teman pedagang akan mulai menempati pasar tersebut. “Ya tidak tahu mas, kapan akan ditempati, bisa besok atau lusa mungkin akan mulai jualan disini, sebab di tempat relokasi sering banjir, dan ini sudah memasuki musim hujan,” tambah Ismanto.

H. Muklis tokoh masyarakat sekitar yang tinggal di depan pasar Manggisan, saat ditemui wartawan mengatakan, bahwa pihaknya hanya membantu pengawasan saja, agar tidak terjadi kericuhan, sebab dirinya menyadari kegelisahan pedagang saat harus berada di pasar relokasi selama ini.

Selain kondisi pandemi, dimana ekonomi sulit, para pedagang juga butuh tempat yang strategis untuk jualan. “Ya kami selaku warga sekitar pasar, menyadari kegelisahan para pedagang, apalagi saat ini kondisi pandemi, tentu pedagang ingin tempat yang strategis, dan itu di pasar ini, sedangkan di pasar relokasi pendapatan pedagang menurun, saya hanya mengawasi saja dan membantu pedagang agar tidak ada keributan,” ujar H. Muklis.

Berbeda dengan Ismanto, Gusti Ashari menanti pemilik los di pasar Manggisan, saat dihubungi media ini mengaku kaget dengan apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman pedagang, menurutnya, apa yang dilakukan oleh teman-teman pedagang adalah hal yang wajar.

Namun hal ini juga bisa merugikan pedagang yang lain, terutama yang selama ini sudah memiliki los sendiri seperti yang dimiliki oleh orang tuanya. “Saya kaget saja ada teman-teman pedagang melakukan hal ini, saya sendiri tidak tahu dan tidak ikut meski orang tua saya punya los atau bedak di pasar tersebut, kalau seperti ini ya gak tau lagi, apakah los milik orang tua kami nanti dikuasai orang lain, saya hanya tahu dari vidio yang beredar, dimana ada beberapa pedagang yang saya kenal dan ada yang tidak saya kenal juga,” ujar Gusti.

Sementara Kepala Disperindag Kabupaten Jember Widodo Julianto, saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon mengatakan, bahwa pihaknya masih melakukan pendataan dan koordinasi dengan beberapa pihak terkait aksi pedagang pasar Manggisan.

“Maaf mas, saya belum bisa memberikan keterangan, saat ini kabid saya sedang perjalanan menuju ke lokasi (Pasar Manggisan) untuk melakukan koordinasi dan pendataan, sementara sabar dulu enggeh, nanti akan kami kabari hasilnya,” pungkas Widodo.

Seperti diketahui, proyek pembangunan pasar Manggisan ini dilakukan pada era Bupati Faida, namun dalam pelaksanaanya terdapat penyimpangan, sehingga pembangunan dihentikan dan mangkrak, bahkan dari mangkraknya proyek ini, pihak kejaksaan sudah menetapkan 3 orang sebagai tersangka, dimana salah satunya adalah kepala Disperindag dan ESDM Kabupaten Jember Anas Makruf. (*)

Writer: Ma
Comment2,938 views
  • Share
Exit mobile version