JEMBER, kuasarakyat.com – Polres Jember akhirnya resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik lokal, larangan ini berlaku mulai hari ini Sabtu (8/5/2021), hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Terlebih saat ini varian Covid-19 yakni B.1.1.7, B.1.617 dan B.1.351. sudah terdeteksi masuk ke Indonesia. Sehinggu larangan mudik lokal ini sebagai upaya mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di wilayah Aglomerasi (Eks. Besuki) seperti Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi serta di bergabagi wilayah di Indonesia.
Varian Covid-19 ini terus berubah melalui mutasi, dan mutasi ini lebih cepat proses penyebarannya, dan untuk varian baru virus diprediksi akan terus muncul seiring berjalannya waktu, dan berbagai varian virus yang menyebabkan Covid-19 telah dilaporkan di dunia selama masa pandemi.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jember AKP. Jimmy H Manurung menyampaikan, memang beberapa waktu lalu diberitakan oleh beberapa media, bahwa untuk wilayah Aglomerasi (Eks. Besuki) tidak ada penyekatan dan di perbolehkan untuk mudik lokal antar kabupaten se-aglomerasi (1 rayon).
“Namun dengan adanya peraturan baru dari tim Gugus Tugas Covid-19 pemerintah pusat, bahwa semua masyarakat dilarang untuk mudik, termasuk mudik lokal,” ujar Jimmy
Untuk memecah kebingungan masyarakat terkait larangan mudik lokal di wilayah aglomerasi, Jimmy menegaskan, bahwa pemerintah melarang apa pun bentuk mudik, entah itu antar lintas Provinsi, Kabupaten dan Aglomerasi.
Lanjut Jimmy mengatakan, larangan tersebut guna mencegah dan maksimal interaksi fisik sebagai cara transmisi virus dari satu orang ke orang lain.
“Namun perlu ditekankan bahwa kegiatan lain selain kegiatan mudik di dalam satu wilayah kota/kabupaten aglomerasi, khususnya di sektor-sektor esensial, akan tetap beroperasi tanpa penyekatan apa pun demi melancarkan kegiatan sosial ekonomi daerah,” ungkapnya.
Jimmy mengatakan, untuk penyekatan nanti akan kita lalukan di perbatasan-perbatasan di 5 Kabupaten seperti di perbatasan Jember – Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi dan Lumajang.
“Kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Jember, untuk tidak melaksanakan mudik lokal dulu sampai kondisi benar-benar normal kembali, demi menjaga keselamatan kita bersama, kita tidak tahu perkembangan covid 19 seperti apa, sebaiknya menghindari kerumunan agar tidak menimbulkan klaster-baru dan tetap sama-sama menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (*)
