Indeks

Polisi Periksa 13 Warga, Selidiki Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Silo

Comment1,359 views
  • Share
Warga Silo Ambil Paksa Jenazah

JEMBER, Kuasarakyat.com – Aksi rebut paksa jenazah pasien Covid-19 hingga merusak ambulan milik Rumah Sakit Bina di Dusun Sukmoilang Desa Pace Kecamatan Silo berbuntut panjang. Polisi Resort (Polres) Jember memanggil 13 warga terkait peristiwa tersebut pada Rabu (28/7/2021).

“Ada 10 orang yang bersama saya hari ini diperiksa dan dimintai keterangan oleh polisi kemarin ada 3 orang yang diperiksa, kami ditanya soal kronologis kejadian itu, dan saya ceritakan, jika saat itu kondisi jenazah didalam peti posisinya tengkurap dan banyak darah yang keluar,” kata KH. Farid Mujib saat memberikan keterangan usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Jember.

Pria yang akrab disapa Ra Farid itu menceritakan, saat melihat kondisi jenazah dalam peti tengkurap dan banyak keluar darah, ada warga yang tidak bertanggungjawab menghembuskan isu, kalau organ tubuh ada yang hilang, hal ini yang dianggapnya menjadikan warga tersulut dan melakukan perusakan terhadap ambulan.

“Saya tidak tahu siapa yang menghembuskan kalau ada organ tubuh jenazah yang hilang, karena situasi sudah mulai tidak terkendali, saya datang dan melihat untuk memastikan isu tersebut, ternyata organ tubuh jenazah utuh, lalu jenazah kami mandikan ulang dan dimakamkan biasa (tanpa prosedur covid),” jelas dia.

Ra Farid juga menyesalkan adanya provokasi warga yang tidak tabayyun dulu terhadap kondisi jenazah. Ketika ditanya soal kondisi jenazah yang terkonfirmasi covid-19, Ra Farid tidak menampik jika hasil swab PCR jenazah warga tersebut hasilnya positif.

“Kalau hasil PCR positif, tapi tetap dimakamkan biasa oleh warga malam itu juga dan tidak protokol kesehatan,” jelas dia.

Saat ini, kondisi di lokasi kejadian sudah mulai kondusif, dan pihaknya berharap kejadian ini tidak terulang lagi, “Alhamdulillah kondisi desa kami saat ini sudah kondusif, dan tidak ada apa-apa’” ujar diam

Sementara pihak Polres Jember, belum memberikan keterangan resmi terkait pemeriksaan warga Desa Pace yang melakukan perusakan ambulan, namun Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan penyidikan, “Belum-belum ada tersangka, kami masih melakukan penyelidikan ini,”ujar Kasatreskrim.

Sementara itu, drg. Yunita, Direktur RS Bina Sehat mengatakan jenazah pasien laki-laki dengan inisial MH warga Desa Pace Silo sebelumnya terkonfirmasi Positif Covid-19, kemudian saat meninggal pemulasarannya dilakukan sesuai protokol kesehatan.

“Karena terkonfirmasi positif Covid-19, maka proses pemulasarannya menggunakan protokol kesehatan. Bahkan pihak keluarga juga menyaksikan, bagaimana proses yang dilakukan, juga telah sesuai dengan syariah agama Islam,” ujar drg. Yunita.

Setelah dilalukan proses pemulasaran, Yunita mengaki jenazah langsung diantar dengan menggunakan mobil jenazah kelokasi pemakaman. “Pemberangkatan jenazah dari rumah sakit ke tempat pemakaman menggunakam mobil jenazah yang juga beriringan dengan kendaraan milik kepolisian dan BPBD Jember. Saat hampir mendekati lokasi, mobil kami di hadang oleh banyak massa,” jelasnya.

Penghadangan yang dilakukan, diduga untuk mengambil alih jenazah untuk dimakamkan. Yunita menyampaikan, “Pada saat penghadangan dalam upaya pengambilan jenazah secara paksa, mengakibatkan kerusakan pada kaca mobil. Sejatinya pihak keluarga dari jenazah masih berada di dalam mobil tersebut,” ucapnya.

Yunita menambahkan, kerusakan yang terjadi pada mobil jenazah diantaranya, kaca mobil belakang pecah, dan kontak mobil hilang karena dirampas dan dibuang oleh warga. “Akibat kunci mobil hilang, mobil jenazah yang akan kembali ke rumah sakit masih menunggu kunci cadangan,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya video warga melakukan perusakan mobil ambulan viral di media, bahkan dalam video tersebut, beberapa warga juga menuliskan caption jika organ ginjal dan mata jenazah tidak ada, dimana caption atau info adanya jual beli organ tubuh pada jenazah tersebut adalah hoax. (Ma/Iw/Bs)

Comment1,359 views
  • Share
Exit mobile version