Indeks

Viral, Vidio Manusia Silver Baku Hantam di Depan SMP 2 Jember

Comment3,982 views
  • Share

JEMBER, kuasarakyat.com – Vidio baku hantam manusi silverbyabg selama ini ‘mengotori’ perempatan kota Jember, beredar secara berantai di group-group Whatsapp.

Dalam vidio berdurasi 2 menit 2 detik, terlihat 2 manusia silver, dimana 1 diantaranya sedang baku hantam dwngan seorang pria yang mengenakan jaket hitam.

Sedangkan 1 manusia silver lainnya, berusaha untuk menjelaskan kepada pria lain yang juga mengenakan jaket hitam, dalam vidio yang direkam oleh warga tersebyt, juga terlihat seorang yang memakai baju badut, berusaha untuk melerai.

“Sudah mengotori kota, membuat keributan lagi, ini harus ditindak dan ditertibkan secara tegas, tidak cukup hanya Satpol PP, Polisi juga harus turun tangan,” ujar Anton salh satu pengguna jalan.

Informasi yang beredar, baku hantam yang vidionya viral tersebut, terjadi pada Sabtu (5/5/2023) siang, di Jalan Anggrek kamoung Osing, atau di depan SMP 2 Jember.

Dra. Edy B Susilo Plt. Kasatpol PP Pemkab Jember, saat dikonfirmasi media ini menyatakan, bahwa pihaknya sudah mengamankan pelaku yang sedang baku hantam, dan membawa ke kantor Satpol PP untuk ditipiring.

“Kami sudah sering melakukan operasi terhadap keberasaan peminta-mjnta di perempatan, termasuk manusia silver, tadi sore, sudah kami amankan untuk ditipiring, dan selanjutnya kami kirim ke Dinas Sosial untuk mendapat pembinaan,” ujar Edy.

Informasi lain juga menyebutkan, jika keberadaan manusia silver di aejumlah kota, termasuk di Jember, ada pihak yang mensponsori, terutama dalam menyediakan cat yang digunakan melukuri tubuhnya dengan cat warna sikver.

Sementata Luqman Helmi, Kepala Dinas Sosial Pemkab Jember, dikknfirmasi ditempat terpisah menyatakan, bahwa keberadaan manusia silver di Kabupaten Jember, memang ada yang mengkoordinir, dan berkelompok.

“Dulu pernah ada yang diamankan dan dibawa ke sini, mereka berkelkmpok, kalau gak salah ada 4 kelompok, dan ada koordinatornya yang sempat dibawa kesini (Dinsos), saat kami tanya, mereka bukan warga Jember, tapi dari Jawa Barat,” ujar Helmi.

Bahkan Helmi menyebutkan, jika manusia silverbyang sempat diamankan di Dinsos, adanyang kabur dengan merusak plafon. “Saat dibwa kesini, malam harinya kabur, merusak plafon, kita sendiri tidak bisa berbuat banyak, karena sanksinya hanya tipiring,” pungkas Helmi. (Ma)

Comment3,982 views
  • Share
Exit mobile version