Indeks

Belajar Tanpa Diskriminasi, UIN Malang Ajak Pengajar TPQ dan Orang Tua Wujudkan TPQ Ramah Anak

Comment18 views
  • Share

MALANG, kuasarakyat.com — Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas delapan pengajar TPQ dan wali murid mengikuti pelatihan pembelajaran inklusif ramah gender dan anak di TPQ Irsyadul ‘Ibad, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada 18 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Mengabdi: Bergerak Berdampak 2026.

Pelatihan menghadirkan Safira Nurannisa Pulungan, S.Pd., Gr., sebagai narasumber. Materi yang disampaikan meliputi penciptaan suasana belajar yang aman dan nyaman, komunikasi positif dengan anak, pengenalan perbedaan kemampuan belajar, serta pemberian kesempatan yang setara kepada anak laki-laki dan perempuan.

Peserta diajak memahami bahwa setiap anak memiliki kebutuhan belajar yang berbeda. Karena itu, pengajar perlu menyesuaikan pendampingan, menghindari teguran yang merendahkan, dan memberi ruang kepada setiap santri untuk bertanya maupun berpartisipasi. Keterlibatan wali murid juga menjadi perhatian karena pendampingan anak berlangsung di TPQ maupun di rumah.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdi yang terdiri atas Dr. Syuhadak, M.A.; Inayatur Rosyidah, M.Pd.; Hermi Ismawati, M.Pd.I.; Lutfiatuzakiah; dan Muhamad Najwan Alfasya yang dilengkapi dengan Modul Praktis.

Sebagai luaran kegiatan, tim pengabdi mengembangkan modul Pembelajaran Inklusif Ramah Gender dan Anak: Panduan Praktis Pembelajaran di TPQ. Modul ini disiapkan sebagai pegangan bagi pengajar untuk meninjau kembali materi pelatihan dan menjadi acuan dalam kegiatan pembelajaran.

Hasil penilaian menunjukkan skor 85% dari ahli media pembelajaran dan 86% dari ahli psikologi anak. Sementara itu, rata-rata skor evaluasi pemahaman delapan pengajar meningkat dari 78 pada pre-test menjadi 90 pada post-test.

Hasil tersebut menunjukkan peningkatan skor pemahaman setelah pelatihan. Adapun penerapan prinsip pembelajaran inklusif dalam kegiatan sehari-hari masih perlu ditindaklanjuti melalui penggunaan modul dan evaluasi berkala.

Melalui program UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Mengabdi: Bergerak Berdampak 2026, kegiatan ini diharapkan mendukung pembelajaran TPQ yang lebih menghargai kebutuhan anak, memberi kesempatan secara adil, serta membangun interaksi yang aman dan nyaman.

Oleh: Tim Pengabdi Kegiatan

Comment18 views
  • Share
Exit mobile version