Indeks

Buron Usai Dugaan Pembacokan di Banyuwangi, Pria Ini Menyerahkan Diri

Comment20 views
  • Share

Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Seorang pria berinisial AP mendatangi Polsek Wongsorejo, Banyuwangi, pada Rabu (07/10/26) untuk menyerahkan diri setelah dilaporkan dalam kasus dugaan pembacokan terhadap dua pria. Kasus tersebut diduga bermula dari cekcok saat bermain biliar.

Dua pria yang menjadi korban dalam peristiwa itu masing-masing berinisial AH dan MF. Keduanya mengalami luka setelah terlibat keributan dengan AP yang diduga membawa senjata tajam jenis parang.

Kanit Reskrim Polsek Wongsorejo, Aipda Oktorio Wisnu Pradana, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (27/09/26) dini hari. Perselisihan awalnya melibatkan AP dan salah satu teman AH di sebuah warung kopi di sebelah utara Koramil Wongsorejo.

“Awalnya mereka sedang bermain biliar di warung kopi. Di lokasi yang sama, AP juga berada bersama teman-temannya,” jelas Oktorio, Sabtu (10/10/26).

Menurutnya, sekitar pukul 04.00 WIB, AP terlibat cekcok dengan salah satu teman AH. AH kemudian berusaha melerai karena melihat temannya terus diganggu. Namun, situasi justru semakin memanas hingga AH dan AP saling menantang untuk berkelahi.

“AH ini awalnya berusaha melerai temannya yang berselisih dengan AP. Tetapi kemudian terjadi saling tantang antara AH dan AP untuk berkelahi,” terangnya.

Keduanya kemudian sepakat menuju kawasan Dam Bajulmati. Ketegangan kembali terjadi di depan kantor Kecamatan Wongsorejo. AP diduga menampar salah satu teman AH, kemudian mengambil batu dan hendak melemparkannya.

AH berusaha menghentikan tindakan tersebut dengan menarik jaket AP. Rombongan lalu melanjutkan perjalanan menuju kawasan bendungan. Namun, karena AP dan rekannya belum ditemukan, AH bersama teman-temannya sempat menunggu sebelum memutuskan kembali.

Keributan kembali terjadi ketika AH dan MF berpapasan dengan AP dan rekannya di kawasan talang sebelah timur bendungan. Saat itu, AH melihat AP diduga membawa parang.

“Di lokasi tersebut, AH kembali bertemu dengan AP. Kemudian terjadi keributan hingga AH diduga didorong oleh AP sampai terjatuh bersama sepeda motornya,” ungkap Oktorio.

Setelah AH terjatuh, AP diduga mendekatinya sambil membawa senjata tajam. AH disebut sempat berusaha menenangkan AP dengan menjelaskan bahwa persoalan sebelumnya hanya kesalahpahaman.

“AH sempat berusaha meredakan situasi. Dia mencoba menjelaskan bahwa persoalan itu hanya kesalahpahaman, bahkan berusaha merangkul AP,” lanjutnya.

Namun, upaya tersebut diduga tidak berhasil. AP disebut mengayunkan parang ke arah AH. Korban berusaha menangkis serangan itu, tetapi mengalami luka sayat di punggung kiri dan luka pada lengan kiri.

“AH mengalami luka di bagian punggung kiri dan lengan kiri. Dia juga sempat menghindari ayunan senjata tajam yang diarahkan ke bagian leher sebelah kanan,” jelas Oktorio.

Keributan kemudian berlanjut ketika AP diduga mendatangi MF. AP disebut mempertanyakan keterlibatan MF, mendorongnya, lalu memukul pipi kanan korban. MF selanjutnya diduga terkena sabetan parang hingga mengalami luka di bahu kiri dan dada.

“Setelah itu, AP juga mendatangi MF. Korban diduga didorong, dipukul pada bagian pipi kanan, kemudian terkena sabetan senjata tajam,” imbuhnya.

Usai mengalami luka, AH dan MF berusaha menyelamatkan diri ke arah barat. Keduanya kemudian bersembunyi di balik batu besar untuk menghindari kejaran. AH selanjutnya mendapat pertolongan dan dibawa ke Puskesmas Bajulmati untuk menjalani perawatan.

Oktorio mengatakan, setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan AP. Dalam perkembangan berikutnya, AP datang ke Polsek Wongsorejo pada Rabu.

“Yang bersangkutan datang ke Polsek Wongsorejo untuk menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkap Oktorio.

Kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam tersebut selanjutnya ditangani melalui proses hukum. Polisi masih perlu mendalami keterangan para pihak serta mengumpulkan bukti-bukti untuk memastikan rangkaian peristiwa dan dugaan tindak pidana yang terjadi. (CZ)

Comment20 views
  • Share
Exit mobile version