Indeks

Diduga Jadi Korban KDRT, Bocah Di Jember Dilarikan Ke Puskesmas

Comment1,553 views
  • Share

Jember, Kuasarakyat.com – Bocah 6 tahun warga Dusun Langsepan, Desa Rowo Indah, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Harus dilarikan dan perawatan intensif di Puskesmas Rambipuji. Hal ini dikarenakan bocah tersebut mengalami kondisi lemah dan tidak bisa menerima asupan makanan. Pasalnya saat diberi makan, bocah malang itu merasakan mual dan sampai muntah.

Terkait kondisi yang dialami bocah malang itu. DK diketahui bersama ibunya Sumiyam asal Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

Dikabarkan ibu dan anak ini kabur dari rumah suami sirinya Syaiful Bahri asal Dusun Langsepan, Desa Rowo Indah, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Dan diduga ibu dan anak itu kabur dari rumah karena ditelantarkan, serta menjadi korban KDRT.

“Jadi kejadiannya kalau dari informasi yang saya tahu, anak dan ibunya ini tinggal di Desa Rowo Indah, Kecamatan Ajung. Tapi karena infonya ada persoalan keluarga. Ibu dan anak ini kabur dari rumah dan sampai di Terminal Tawangalun untuk naik bus. Maksudnya mau pulang ke Cilacap, kota asal ibunya,” kata Perawat Puskesmas Rambipuji Nuryanti Wulandari, Rabu (18/10/2023).

Karena kabur dari rumah dan mungkin tidak bawa cukup uang, lanjut perempuan yang akrab disapa wulan ini. Saat naik bus itu, ibu dan anaknya itu diminta turun di sekitar lapangan Kecamatan Rambipuji oleh kondektur bus.

“Kemudian ibu dan anak ini berjalan sampai ke daerah Jatian dan kemudian beristirahat di Masjid dekat sana. Saat di sana ditemui warga sekitar kemudian dibantu dan selama kurang lebih 3-4 hari dibantu serta ditampung warga,” timpanya.

Saat tinggal di rumah warga itu, lebih lanjut kata Wulan, kondisi fisik bocah malang itu semakin lemah.BTerkait kondisi bocah malang itu, karena dirasa mengkhawatirkan akan dirujuk ke RSD dr. Soebandi Jember.

“Sekarang masih proses administrasi, kami juga dikabari dari Dinsos Jember akan memberikan bantuan untuk anak dan ibunya ini. Perlu kami tambahkan, untuk kondisi ibunya depresi dan juga butuh penanganan medis. Tapi untuk memastikan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit,” tuturnya.

Terpisah Ketua Relawan Ben Seromben Indonesia Maya Cendrawasih mengatakan, terkait kondisi bocah malang dan ibunya itu. Saat ini sudah mendapat penanganan secara medis dan juga akan dikoordinasikan dengan Dinsos Jember.

“Suaminya Pak Syaiful sudah menghubungi kami tadi via telepon. Dari persoalan yang dialami bocah dan ibunya ini menikah secara siri. Sehingga ada persoalan adminduk terkait identitas si ibu dan anaknya. Kalau suaminya mengatakan masih belum mengurus soal adminduk istri dan anaknya. Bocah malang ini juga belum punya NIK,” ujar Maya.

Dengan kondisi yang dialami DK dan ibunya itu, sejumlah relawan berusaha membantu dengan meneruskan penanganan medis dan administrasi.

“Alhamdulillah kami sudah koordinasi dengan Dinsos Jember nanti akan ada perhatian dan bantuan. Untuk Adminduk, nanti juga akan diteruskan ke Dispendukcapil Jember. Untuk persoalan Adminduk, karena statusnya istri siri jadi e-KTPnya si ibu masih berstatus belum menikah. Anaknya juga belum punya identitas jelas dari Dispenduk,” imbuhnya.

Terpisah, Kadinsos Jember Ahmad Helmi Lukman terkait kondisi yang dialami ibu dan anak ini akan ditangani lebih lanjut.

“Kami sudah terima informasi tentang kondisi ibu dan anak itu, saya dapat informasi langsung datang ke Puskesmas Rambipuji,” ujar Helmi.

Terkait kondisi fisik dan kesehatan ibu dan anak itu, lanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan medis di rumah sakit.

“Nanti setelah penanganan medis, selanjutnya akan kami upayakan pemulangan ke Cilacap ataupun penanganan apa yang dibutuhkan lainnya. Berkoordinasi dengan OPD terkait. Karena yang saya dengar ada persoalan Adminduk juga,” tutupnya. (Gusti)

Comment1,553 views
  • Share
Exit mobile version