Indeks

DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Merawat Sejarah Meneruskan Perjuangan

Comment45 views
  • Share

Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) Film dokumenter peringatan 30 tahun peristiwa Sabtu kelabu 27 Juli 1996 (Kudatuli) di halaman kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi di Jalan Jaksa Agung Suprapto No.46 Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, pada Senin (27/07/26) malam.

Mengangkat Tema “30 Tahun Kudatuli : Merawat Sejarah, Meneruskan Perjuangan”, kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus DPC PDI Perjuangan, Pengurus PAC PDI Perjuangan se Kabupaten Banyuwangi, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi, serta pada Senior Partai yang merupakan pelaku sejarah dan saksi peristiwa 27 Juli 1996.

Acara yang berlangsung khidmat ini, dibuka dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars dan ymne PDI Perjuangan. Dan dilanjutkan dengan Sambutan Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi.

Dalam Sambutannya, Dr. Ana Aniati, M.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan Peringatan Kudatuli ini kita laksanakan bukan untuk membuka luka lama. Melainkan untuk merawat ingatan sejarah dan meneruskan nilai-nilai perjuangan para senior kepada kader hari ini.

“Dari Kudatuli kita belajar tentang loyalitas, keberanian, dan harga sebuah demokrasi. Mari kita jadikan semangat 27 Juli sebagai energi untuk terus berjuang bersama rakyat, berjuang untuk keadilan dan kesejahteraan wong cilik”, tegas Ana.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Nonton Bareng (Nobar) Film Dokumenter “Kudatuli 30 Tahun Lalu”. Film ini mengingatkan kembali bagaimana para kader memilih bertahan di kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro No.58 Jakarta demi membela Kedaulatan Partai dan Konstitusi.

Usai Nobar, acara dilanjutkan dengan arahan dan sambutan para senior partai PDI Perjuangan Banyuwangi yang menjadi saksi dan pelaku sejarah Kudatuli. Para senior berpesan agar kader muda tidak melupakan sejarah, tetap satu komando, dan terus membela kepentingan rakyat.

Puncak acara ditutup dengan Doa Bersama untuk mengirimkan doa kepada para syuhada Demokrasi Korban Kudatuli, agar pengorbanan mereka menjadi amal Jariyah dan semangat bagi kita semua.

Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dan makan bersama sebagai simbol kekompakan dan persatuan seluruh kader PDI Perjuangan Banyuwangi. Dengan semangat Kudatuli, kita kuatkan barisan. Dengan Semangat Gotong Royong, kita menangkan rakyat. (CZ)

Comment45 views
  • Share
Exit mobile version