Indeks

Korban Terakhir Kapal Nelayan Terbalik di Grajagan Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Comment47 views
  • Share

Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir kecelakaan kapal nelayan yang terbalik di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Kamis (23/07/26). Dengan ditemukannya korban tersebut, operasi pencarian resmi ditutup setelah berlangsung selama empat hari.

Pencarian hari keempat dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan briefing seluruh personel SAR gabungan. Tim kemudian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran di atas permukaan laut menggunakan Rubber Boat Basarnas dan perahu nelayan, sedangkan SRU kedua menyisir kawasan pesisir Pantai Grajagan.

Sekitar pukul 07.10 WIB, Tim SAR menerima informasi dari nelayan mengenai penemuan korban terakhir. Selanjutnya, pada pukul 08.22 WIB korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 08°36′00,22″ LS – 114°14′38,30″ BT atau sekitar 1 nautical mile (NM) dari lokasi kapal terbalik.

Korban diketahui bernama Lukman (25) , warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulan ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan ditemukannya korban terakhir menandai berakhirnya operasi SAR yang telah melibatkan berbagai unsur selama empat hari.

“Alhamdulillah, pada hari keempat operasi, seluruh korban berhasil ditemukan sehingga operasi SAR dapat kami tutup. Atas nama Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat nelayan yang telah bersinergi dan bekerja keras dalam pelaksanaan operasi ini. Semoga semangat kebersamaan dan kemanusiaan ini terus terjaga dalam setiap pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan,” ujar Oka Astawa.

Usai korban ditemukan, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing pada pukul 08.40 WIB dan memutuskan menutup operasi pencarian. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.

Dengan ditemukannya Lukman, seluruh korban dalam insiden kapal nelayan terbalik di Pantai Grajagan telah berhasil dievakuasi. Total terdapat empat korban dan seluruhnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Grajagan, Koramil Purwoharjo, Polsek Purwoharjo, Polairud Polresta Banyuwangi, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyuwangi, Dinas Perikanan Grajagan, BPBD Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Desa Grajagan, Mapala SAR Tangi, hingga nelayan setempat.

Selama operasi berlangsung, cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1 meter dan kecepatan angin 7-9 km/jam, sehingga mendukung proses pencarian.

Basarnas Banyuwangi mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut, menggunakan alat keselamatan, serta mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas di perairan guna mengurangi risiko kecelakaan laut. (CZ)

Comment47 views
  • Share
Exit mobile version