Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Seorang lansia perempuan di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, ditemukan meninggal dunia di aliran sungai kecil yang berada di belakang rumahnya, Senin (06/07/26) pagi. Korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai setelah keluar rumah seorang diri saat dini hari.
Korban diketahui bernama Muawanah (88), warga Dusun Pasinan Timur, Desa Singojuruh, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.
Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy mengatakan, peristiwa itu pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 07.00 WIB setelah jasad korban ditemukan di aliran sungai tidak jauh dari rumahnya.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengevakuasi korban, serta berkoordinasi dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Singojuruh,” kata Achmad Rudy.
Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diketahui memiliki riwayat pikun atau linglung. Menurut keterangan keluarga, sekitar pukul 01.00 WIB korban diduga keluar rumah tanpa sepengetahuan anggota keluarganya menuju sungai kecil yang berada di belakang rumah.
Beberapa jam kemudian, seorang warga bernama Wasidi yang hendak mencari ikan di sungai tersebut dikejutkan dengan keberadaan tubuh korban. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tengkurap dengan kepala menghadap ke selatan dan sudah tidak bernyawa.
Saksi kemudian meminta bantuan warga lainnya untuk memastikan kondisi korban sekaligus melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa dan Polsek Singojuruh.
“Hasil pemeriksaan petugas medis dari Puskesmas Singojuruh tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal akibat terjatuh ke sungai,” ujar Achmad Rudy.
Kapolsek menambahkan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyampaikan bahwa korban memang telah lama mengalami kepikunan sehingga kerap keluar rumah tanpa sepengetahuan anggota keluarga.
“Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi dan menerima peristiwa ini sebagai takdir dari Tuhan Yang Maha Esa. Kami menghormati keputusan keluarga setelah dipastikan tidak ditemukan indikasi tindak pidana,” jelasnya.
Usai dilakukan identifikasi dan pemeriksaan luar, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Polisi mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki anggota keluarga lanjut usia dengan kondisi pikun atau gangguan daya ingat, agar meningkatkan pengawasan guna menghindari kejadian serupa.
“Apabila memiliki anggota keluarga yang sudah lanjut usia dan mengalami pikun, sebaiknya pengawasan lebih ditingkatkan, terutama pada malam hingga dini hari, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah,” pungkas Achmad Rudy. (CZ)
