Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Kebakaran melanda gudang Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum di Jalan Raya Situbondo Nomor 102, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Kamis (22/10/26) malam. Sejumlah barang, mulai dari peralatan drumband hingga perabot, hangus terbakar dalam kejadian tersebut.
Kebakaran itu diperkirakan menyebabkan kerugian material mencapai Rp 100 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi Edy Supriyono menyampaikan, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Api pertama kali diketahui oleh seorang santri yang kemudian melaporkan kejadian itu kepada pimpinan ponpes.
“Mengetahui adanya kebakaran, para santri sempat berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan yang tersedia. Mereka juga menghubungi petugas Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan,” kata Edy.
Edy menyebut, Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 19.57 WIB. Tim kemudian diberangkatkan menuju lokasi sekitar pukul 20.00 WIB dan tiba di tempat kejadian pada pukul 20.26 WIB.
“Petugas mulai melakukan pemadaman pada pukul 20.28 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar empat menit kemudian, tepatnya pukul 20.32 WIB. Setelah memastikan kondisi aman, operasi penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 21.11 WIB,” jelasnya.
Ia menjelaskan, gudang yang terbakar berukuran sekitar 4 x 8 meter. Sejumlah barang yang tersimpan di dalamnya ikut dilalap api, di antaranya peralatan drumband, etalase, meja, lemari, kain, serta barang-barang lainnya.
Meski gudang mengalami kerusakan akibat kebakaran, lanjut Edy, bangunan sekolah yang berada di sebelah barat gudang berhasil diselamatkan. Nilai bangunan dan barang-barang yang berhasil diamankan tersebut diperkirakan mencapai Rp 700 juta.
“Hingga penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara terkait material yang mudah terbakar di dalam gudang belum dapat dipastikan sebagai penyebab munculnya api,” pungkasnya. (CZ)
