Indeks

Hiruk Pikuk Pelaksanaan Visitasi Akreditasi di Kampus “Muda” STAI Nurul Abror Al-robbaniyin

Comment1,584 views
  • Share

Seperti yang telah kita ketahui bersama, pada tanggal 29 s/d 30 Agustus 2022 ,Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Abror Al-Robbaniyin (STAINAA) telah diselenggerakan visitasi Akreditasi dengan konsep daring. Walau demikian, kita harus  tetap mempersiapkan kedatangan “pejabat” tersebut dengan maksimal dan sepenuh hati. “Pejabat” tersebut merupakan Assesor yang direkomendasi oleh Badan AKreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Assesor tersebut merupakan orang-orang pilhan yang “telah mumpuni” di bidangnya yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi besar di Indonesia. Yang biasanya salah satu syaratnya untuk bisa menjadi Assesor adalah mereka pernah menjadi bagian atau menduduki jabatan strategis di salah satu program studi atau jurusan yang telah terakreditasi A, (Unggul) kalau istilah sekarang.

Pengajuan Akreditasi ini sudah dilakukan pada tahun 2021 kemarin, yang pada akhirnya kulminasi dari pengajuan tersebut terjadilah visitasi pada tahun 2022 bulan Agustus ini. Visitasi itu dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Tobroni, M.Si (Universitas Muhammadiyah Malang) dan Dr. Fauzi Muharom, M.Ag. (UIN Raden Mas Said Surakarta). Yang sebelumnya kami harus merampungkan segala jenis dokumen pendukung Akreditasi, yang nantinya akan kami jadikan pegangan  kuat saat visatisi itu berlangsung.

 

MALAM YANG DIJADIKAN SIANG

Kesibukan melanda kami, terutama pada pertengahan sampai akhir bulan Agustus. Diamana kami harus dituntut untuk menyelesaikan berbagai macam jenis dokumen Akareditasi sebagai pendukung borang yang telah kami ajukan ke BAN-PT. Dengan persiapan yang begitu mepet, waktu yang semakin memburu, akhirnya kami putuskan untuk bekerja melengkapi semua dokumen itu pada malam hari. Karena pada siang harinya anggota TIM kami banyak yang mempunyai tugas dan kewajiban lain yang juga tidak bisa ditinggalkan. Dengan bantuan malam yang kami jadikan siang, kami sudah tidak memikirkan detik berganti menit, menit berganti jam. Yang terpikir dibenak kami, bagaimana semua dokumen ini harus selesai sesuai target dan tepat waktu. Disanalah, kondisi ketahanan tubuh kami digadaikan, tidak sedikit dari anggota TIM kami yang tumbang. Karena memang pada malam-malam itu angin dan cuaca dingin kurang bershabat.

Malam-malam yang terasa sangat singkat terus kami jalani, akhirnya sampailah pada pembatas malam dimana besok kita harus menyelesaikan semua bentuk dokumen tersebut. Sedangkan beberapa dokumen masih banyak yang belum tercetak, bahkan belum selesai pembuatannya. Pada malam itu, kami terus berpacu dengan waktu, sampai akhirnya TIM kami menyerah satu demi satu. Pulang, karena sudah lelah melawan waktu. Ada sebagian yang masih bertahan walau seperti tertahan, mencoba untuk menguasai diri agar terlihat alami. Namun, lelah yang kami rasakan tidak bisa dibohongi, kami pun sepakat mengakhiri dan berharap “indah” besok pagi.

GALAU YANG TERLALU

Demi kampus “muda” ini, tidak hanya usia kampusnya yang muda. Jajaran dosen dan strukturalnya juga masih sangat muda-muda, jadi tidak heran jika “galau” sering menghantui mereka. Ditambah lagi dengan deadline, keharusan melengkapi semua dokumen yang akan dijadikan bahan “hujjah” kepada assessor saat visitasi, menambah kegalauan “kaum muda” STAI Nurul Abror AL-Robbaniyin. Kegalauan berawal dari sana, disamping mental muda yang masih labil. Visitasi ini merupakan hal pertama yang kami lakukan di tingkat Perguruan Tinggi. Dengan kata lain, ini merupakan pengalaman pertama bagi kami dalam visitasi akreditasi.

Namun, kegalauan ini bisa diatasi dengan semangat muda dan kekompakan TIM yang kami punya. STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin sangat bersyukur mempunya TIM muda yang sangat kompak dan mempunyai dedikasi tinggi terhadap kampus serta jiwa pengabdian yang luar biasa. Sangat jarang di masa sekarang ini melihat jiwa muda dengan mental pengabdian yang luar biasa seperti yang kami punya. Terlepas dari sikap galau yang sering muncul, kami anggap itu manusiawi. Karena menghadapi tekanan seperti ini, membutuhkan mental, pikiran dan hati yang jernih dalam setiap tindakan yang dilakukan. Dan mereka bisa walau harus dengan belajar membiasaknnya.

Pekerjaan ini melelahkan, karena harus mencurahkan semua pikiran pada satu tujuan. Namun, kami juga merasakan kenyamanan dan sangat menyenangkan saat bisa berkumpul dalam satu forum dengan satu tujuan yang sama serta merasakan kegalauan bersama-sama. Inilah, proses, bahwa STAI Nurul Abror AL-Robbaniyin ini merupakan alih kelola dari STAI Istiqlal Buleleng yang diajukan pada tahun 2020, dua tahun yang lalu. Penulis merupakan salah satu orang yang tahu betul proses ini, sampai akhirnya bisa dibawa, pindah dan berdiri tegak di Banyuwangi seperti sekarang ini. Prosesnya tidak mudah, membutuhkan kesabaran, waktu, tenaga dan pikiran harus dikorbankan. Akhirnya, pada bulan Sepetember 2021 turunlah Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia yang tertuang dalam KMA tentang Alih Kelola, Perubahan Nama dan Pindah Alamat menjadi STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin.

STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin ini mempunyai dua fakultas, yakni fakultas Tarbiyah dan Syariah. Dengan prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES)/Muamalah. Yang masing-masing prodi ini sudah sama-sama selesai pengajuan Akreditasi ke BAN-PT, yang prodi PAI sudah selesai visitasi dan sekarang kami menunggu proses visitasi prodi Muamlah. Dengan proses yang sangat panjang dan melelahkan serta marathon inilah, wajar jika kaum muda STAI Nurul Abror AL-Robbaniyin merasakan kegalauan. Karena bukan waktu yang sebentar bagi mereka untuk menuntaskan semua ini sampai pada proses visitasi akreditasi.

OBAT GALAU PROSES VISITASI AKREDITASI

Sebagai obat galau dari semua proses panjang yang telah dilakukan, melalui tulisan ini penulis ingin mencurahkan isi hati. Penulis sangat berharap dari semua proses yang telah dilakukan bisa mendapatkan pembinaan yang signifikan dari BAN-PT dan pihak pengelola STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin. Karena STAI Nurul Abror AL-Robbaniyin sudah mempunyai tanggung jawab besar terhadap keberlangsungan perkuliahan dan mahasiswa yang ada. Sebagai Perguruan Tinggi, maka STAI Nurul Abror AL-Robbaniyin harus terus meningkatkan kualitas, baik dari pengetahuan, pengalaman, fasilitas dan pengembangan dosen serta mahasiswanya. Masukan dari BAN-PT tentang pengelolaan perguruan tinggi akan kami jadikan catatan berharga, sehingga kami terus bisa mengusahakan yang terbaik untuk kemajuan dan pengembangan STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin kedepan.

Komitmen dan rasa cinta kepada kampus muda ini tidak hanya berhenti sampai proses visitasi akreditasi. Jika berpikir lebih jauh lagi, terakreditasinya prodi PAI ini merupakan cambuk bagi kita agar STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin lebih mawas diri, mandiri, dan terus berusaha mengembangkan diri mejnadi Perguruan Tinggi yang sangat mungkin suatu saat nanti menjadi kampus yang disegani minimal di daerah Banyuwangi khususnya. Itu bisa terjadi, asal kita terus sinergi dalam membentuk dan mengambangkan kampus muda ini, dengan terus membuat perubahan-perubahan kearah yang positif, dan berusaha mengembangkan kerjasama dengan pihak-pihak terkait agar kampus muda ini bisa melebarkan sayap bukan hanya regional dan nasional namun juga internasional.

HARAPAN OPTOMIS

Penulis sangat mengharapkan visitasi akreditasi 5 (lima) tahun yang akan datang, STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin bisa menampilakan diri dengan wajah baru. Bisa menutupi kekurangan-kekurangan saat ini, dengan melakukan “pembersihan” kampus dengan sebaik-baiknya. Sumber Daya Manusia lebih ditingkatkan, keilmuan lebih ditajamkan, pengalaman lebih ditanamkan dan sarana pendukung lebih diperhatikan. Oleh karena itu, pembinaan harus dilakukan mulai sekarang, kepada semua aspek dan jajaran yang berkepntingan didalamnya.

Walaupun sampai tulisan ini dibuat kami belum mengetahui hasil dari penilaian akreditasinya. Namun, kami tidak patah arang. Kami tetap semangat menyongsong masa depan yang lebih baik. Masih panjang perjuangan kami untuk mencapai cita-cita luhur STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin. Sebab kami menyadari, kampus muda seperti kami bukan waktunya berbangga diri, tapi harus lebih banyak koreksi diri. Suatu saat nanti, kami yakin STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin akan menjadi salah satu institusi yang menghasilkan generasi islami yang mumpuni, berkeadaban, maju, mulia dan berakhlakul karimah. Yang mungkin akan menjadi kebanggaan agama, bangsa dan negara. Siapa tahu? Tiadak ada seorang pun yang bisa menerka. Semua itu tergantung usaha kita dan takdir Tuhan yang kuasa.

 

Penulis:

Suyono, S.Sos.I,.M.Pd.I

Sekretaris Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin

Dosen dan Pembantu Ketua III STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin

Writer: Suyono, S.Sos.I,.M.Pd.I
Comment1,584 views
  • Share
Exit mobile version