Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Selasa (28/07/26) dini hari mengakibatkan debit air sungai di Dusun Klontang, Desa Gendoh, meluap. Derasnya arus menggerus plengsengan di tepi sungai hingga ambrol sepanjang sekitar tiga meter.
Beruntung, tidak ada bangunan yang ikut terbawa longsoran. Namun, lokasi plengsengan yang ambrol berada sangat dekat dengan bangunan warga sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran jika gerusan terus meluas.
Salah seorang warga, Dany Sanjaya, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30 WIB saat hujan deras masih mengguyur kawasan tersebut. Menurutnya, plengsengan tidak mampu menahan derasnya arus sungai yang membawa material dan tumpukan sampah.
“Kejadiannya sekitar jam setengah enam pagi saat hujan deras. Air sungai besar, plengsengan akhirnya ketarik arus dan ambrol,” kata Dany.
Ia menjelaskan, bangunan yang berada di sekitar lokasi dalam kondisi aman. Namun, di sisi sungai terdapat bekas pondasi bangunan yang tidak pernah dilanjutkan pembangunannya. Struktur tersebut diduga ikut menghambat aliran air.
“Bangunannya aman. Di pinggir sungai memang ada bekas pondasi yang dulu rencananya mau didirikan bangunan, tapi tidak jadi. Bekas tiang itu membuat aliran air tersendat,” ujarnya.
Selain itu, tumpukan sampah yang tersangkut di sekitar pondasi semakin memperparah kondisi hingga tekanan air meningkat dan menggerus plengsengan.
“Sampah menumpuk di situ, akhirnya arus makin deras dan plengsengannya tidak kuat lalu terbawa banjir,” tambah Dany.
Lokasi plengsengan yang ambrol berada di sisi utara sebuah warung tahu lontong, tepat di tepi jembatan Dusun Klontang. Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan karena khawatir gerusan akan semakin meluas apabila kembali turun hujan dengan intensitas tinggi.
Hingga berita ini ditulis, warga bersama perangkat desa masih memantau kondisi lokasi untuk mengantisipasi longsoran susulan, mengingat posisi gerusan berada tidak jauh dari bangunan milik warga. (CZ)
