Jember, kuasarakyat.com – Warga Kecamatan Balung mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kg (LPG Melon) di pasaran dalam seminggu terakhir. Mereka kesulitan untuk mendapatkan LPG subsidi tersebut.
Neny warga Desa Balung Lor mengaku kesulitan, sebab toko atau kios tempat mendapatkan LPG 3 kg, sudah habis alias kosong dalam se.minggu terakhir.
Bahkan dikios lain, LPG yang identik dengan warna hijau melon ini juga tidak ada, sehingga dirinya yang biasa memasak menggunakan Gas LPG ini kesulitan untuk memasak.
“Saya sudah biasa menggunakan gas LPG ini mas, dan tidak punya cadangan kayu bakar, karena kami memang tidak menggunakan tungku, kalau seperti ini terus, tentu kami akan sangat tersika, karena tidak bisa memasak,” ujar Neny Senin (20/9/2021).
Neny mengaku kelangkaan gas LPG 3 kg ini juga merata di wilayah kecamatan Balung, beberapa temannya juga kesulitan untuk mendapatkan LPG 3 kg.
“Saat ini memang elpiji lagi sulit dan langka hampir di semua toko. Entahlah ini karena apa? Saya sampai menghubungi teman-teman saya di group WA, tapi hasilnya sama, teman teman juga jesulitan,” kata Neny.
Untuk itu dirinya berharap kepada pihak berwenang untuk segera membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan LPG. “Dua hari yang lalu kami mendapatkan 1 LPG, hingga sekarang belum mendapatkan lagi,” tuturnya.
Sementara Sujai salah satu pemilik kios LPG di Desa Balung Lor, saat ditemui media ini mengatakan, bahwa untuk LPG 3 kg memang sudah lama dibatasi pengirimannya. Setiap toko atau kios hany mendapat jatah 10 tabung LPG 3 kg saja.
“Sedangkan masyarakat semua membutuhkannya, jelas tidak cukup. Terlihat sekarang ini banyak masyarakat sulit mendapatkan elpiji,”katanya.
Menurut Suja’i, pihaknya hanya kios penjual LPG saja, sedangkan pembagian tiap kios dapat jatah berapa elpiji, ditentukan oleh LPG agen atau distributor kepada kios – kios itu hak dari mereka (distributor).
“Kami hanya menerima berapapun jatahnya elpiji yang diberikan oleh distributor,” ujarnya.
Harga LPG 3 kg di beberapa kios juga bervariasi, mulai dari harga Rp. 18,5 ribu hingga 20 ribu per tabung. (ma/bs)
