Indeks

Netizen Kecam Vidio Mahasiswa UIN Jember Berjoget di Masjid

Comment1,429 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Aksi sejumlah mahasiswa berjoget di dalam gedung yang diduga sebuah masjid di kawasan kampus Uiniversitas Negeri KH. Ahmad Shidiq (UIN KHAS) Jember terekam vidio dan viral, tidak hanya di media sosial, vidio dengan durasi 17 detik ini juga ramai di aplikasi-aplikasi vidio pendek dan juga youtube, dalam vidio yang sudah ditonton oleh ribuan netizen ini terlihat sejumlah mahasiswa dan mahasiswi berjoget bersama-sama dengan background bangunan yang didalamnya terdapat beberapa kaligrafi dinding.

Tak ayal aksi joget para mahasiswa ini mendapat kecaman miring dari sejumlah warganet, akun Slamet PA dalam komentarnya di facebook menyatakan, kalau sirotol mustaqim nyata adanya ‘Wis Kuwalik, Sirrotholmustaqim yg nyata’ komentarnya, komentar ini juga mendapat tanggapan dari akun Tri Sumarini, yang menyesalkan mahasiswa berbasis Islam tapi bertolak belakang dengan kaidah agamanya.

“Yg bikin geram, mereka menuntut ilmu agama tapi bertolak belakang dengan kaidah agamanya, senat mahasiswanya harus bertanggung jawab, terutama rektornya, malu-maluin aja, akhlaknya sudah menipis,” tulis akun Tri Sumarini.

Akun Buzel Prasetyo justru meminta agar apar kepolisian melakukan penyelidikan, karena aksi ini dianggap meresahkan dan melecehkan. “Perlu adanya tidak lanjut dari kepolisian,” tulisnya dalam kolom komentar.

Menanggapi viralnya vidio ini, pihak UIN KHAS Jember melalui akun instragram resminya memberikan klarifikasi terkait beredarnya vidio tersebut.

Saihan selaku Ketua Panitia PBAK (Penganalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) menyatakan, bahwa kegiatan tersebut terjadi pada Selasa (23/8/2022) yang merupakan bagian dari kegiatan PBAK.

Dalam vidio yang beredar tersebut, Saihan menyatakan, bahwa vidio tersebut hanya cuplikan saja dari beberapa rangkaian kegiatan pengenalan mahasiswa baru, dan area yang dijadikan untuk berjoget adalah bangunan yang memang rencananya akan digunakan untuk masjid, namun masih belum dipakai.

“Kejadiannya saat kami mendapat laporan dari tim (panitia unsur mahasiswa) jika seluruh kegiatan PBAK sudah selesai semua pada pukul 15.00, pada saat bersamaan panitia pusat PBAK turun dan mengintruksikan agar mahasiswa tidak bubar dulu sebelum pukul 16.00,” ujar Saihan.

Disaat jeda itulah, tim mencari cara agar peserta tidak bubar sebelum pukul 16.00, dengan cara menampilkan yel-yel dan unjuk kebolehan untuk memberi motivasi mahasiswa. “Saat awal awal mahasiswa masih sopan dan tertib,” ujar Saihan.

Namun tidak berselang lama, ada salah satu peserta lain yang membawakan lagu ‘Ojo dibandingke’ kemudian ada salah satu peserta yang maju dan berjoget dan disusul peserta lainnya, seperti terbawa suasana puluhan mahasiswa lainnya pun ikut berjoget seperti yang terlihat dalam cuplikan vidio tersebut.

Melihat suasana tidak terkendali, tim kemudian menghentikan dan kembali menertibkan peserta untuk kembali ke tempat. “Klarifikasi ini bukan untuk bermaksut untuk mencari pembenaran dengan apa yang sudah terjadi saat itu, kami hanya menyampaikan agar tidak timbul persepsi yang macam-macam dan opini yang beredar bisa seimbang dan fair,” ujar Saihan.

Pihaknya juga tidak tidak membenarkan aksi berjoget yang dilakukan di tempat tersebut, sehingga setelah mendapat laporan dari tim, panitia langsung menertibkan peserta. “Persis setelah peristiwa itu, kami langsung menertibkan dengan tegas, jadi tidak benar jika kami tidak bertindak atas peristiwa tersebut,” pungkasnya. (Ma)

Writer: Makrus
Comment1,429 views
  • Share
Exit mobile version