Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Jembatan penghubung di Dusun Tapansari, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, dilaporkan ambrol setelah diterjang banjir akibat hujan deras, Selasa (21/04/26) kemarin. Kerusakan ini membuat akses antar wilayah warga terganggu dan untuk sementara dialihkan melalui jalur alternatif.
Kepala Desa Sraten, Arif Rahman Wahyudi, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi setelah intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah setempat. Kondisi jembatan yang sudah berusia puluhan tahun diduga tak mampu menahan derasnya arus air.
“Ya akibat hujan lebat, jembatan di Tapansari ambrol. Sementara arus lalu lintas kami alihkan lewat jalur Tapansari Benculuk,” ujar Arif saat dikonfirmasi, Rabu (22/04/26).
Ia menjelaskan, jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa wilayah, diantaranya Tapansari menuju Benculuk serta Tapansari ke Tamanagung. Dengan rusaknya jembatan, mobilitas warga pun menjadi terbatas.
“Jembatan ini menghubungkan Tapansari Benculuk dan Tapansari Tamanagung. Jadi cukup berdampak bagi aktivitas warga sehari-hari,” jelasnya.
Arif mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan instansi terkait begitu mengetahui kondisi jembatan yang rusak. Pihak Dinas PU juga telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan.
“Kemarin saya langsung menghubungi pihak kecamatan untuk melaporkan kondisi ini. Tadi pagi sudah ada dari PU yang datang cek lokasi, rencananya akan dibuatkan jembatan penghubung sementara,” tambahnya.
Meski demikian, ia menyayangkan kurangnya koordinasi dengan pemerintah desa saat proses peninjauan berlangsung. Menurutnya, keterlibatan desa penting untuk memberikan masukan terkait pembangunan jembatan ke depan.
“Sayangnya desa tidak diberi informasi saat pengecekan, jadi kami tidak bisa ikut memberi masukan terkait pembangunan jembatan berikutnya,” ungkapnya.
Selain itu, Arif juga menyoroti rencana penanganan sementara yang melibatkan warga secara gotong royong. Ia berharap proses perbaikan dapat dilakukan dengan dukungan alat berat demi keselamatan.
“PU sempat meminta warga gotong royong, tapi saya khawatir dengan kondisi yang ada. Seharusnya didatangkan alat berat agar lebih aman,” tegasnya.
Dari hasil pantauan sementara, panjang jembatan yang rusak diperkirakan mencapai sekitar 6 hingga 7 meter. Hingga kini, warga diminta tetap berhati-hati saat melintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang. (CZ)
