Indeks

Pedagang di Gambiran Banyuwangi Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dapur

Comment163 views
  • Share

Banyuwangi, Kuasarakyat.com – Warga Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi mendadak geger. Seorang perempuan paruh baya ditemukan tewas dalam posisi tergantung di balok kayu dapur rumahnya, Minggu (05/04/26) pagi.

Korban diketahui bernama Sugiati (60), seorang pedagang setempat. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya sendiri, Fransisco Pramana Putra (26), sekitar pukul 07.00 WIB saat hendak menuju ke kamar mandi.

Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto menjelaskan, peristiwa tragis ini bermula saat suami korban, Wagiran (68), berangkat bekerja mencari barang bekas (rosok) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, korban terlihat masih terlelap di tempat tidur.

“Sekira pukul 07.00 WIB, anak korban bangun tidur dan bermaksud ke kamar mandi. Dia terkejut melihat ibunya sudah dalam posisi tergantung di balok kayu atau belandar dapur rumah,” kata AKP Dwi Wijayanto saat dikonfirmasi, Minggu (05/04/26).

Melihat kondisi ibunya yang mengenaskan, Fransisco langsung berlari meminta pertolongan kepada kakaknya, Linda Sulistiyaningrum (34), yang tinggal di sebelah rumah korban. Keduanya sempat berusaha memberikan pertolongan dengan memotong tali tampar warna hijau sepanjang 150 cm yang menjerat leher korban.

“Saksi sempat menurunkan tubuh korban, namun nyawanya sudah tidak tertolong. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Gambiran,” imbuh Dwi.

Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Jajag langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis luar. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya bekas jerat tali pada bagian leher yang melingkar vertikal ke belakang. Tidak ditemukan luka baru atau tanda kekerasan lain. Kesimpulan sementara, penyebab meninggal dunia karena gantung diri yang menyebabkan terhalangnya udara masuk ke pernapasan,” jelasnya.

Terkait motif aksi nekat tersebut, polisi menduga korban mengalami depresi akibat penyakit kronis yang dideritanya sejak lama.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, dugaan awal korban melakukan gantung diri karena depresi akibat penyakit akut yang diderita, yakni jantung, darah tinggi, dan gejala liver,” ungkap AKP Dwi Wijayanto.

Pihak keluarga sendiri telah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah korban kini telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (CZ)

Comment163 views
  • Share
Exit mobile version