Jember, kuasarakyat.com – Tim Pengabdian Desa Binaan dari FTP Universitas Jember (Unej) terus melakukan persiapan dengan melakukan sosialisasi dan koordinasi awal dengan Pemerintah Kelurahan Banjarsengon Kecamatan Patrang Jember, dalaam Penguatan Sentra Industri Olahan Kelapa Terpadu.
Koordinasi Tim Pengabdian Desa Binaan yang dipimpin oleh Dr. Ir. Nita Kuswardhani, S.TP., M.Eng., bersama anggota tim dosen yaitu Andi Eko Wiyono, S.TP., M.P., Dr. Nidya Shara Mahardika, S.TP., M.P., dan Suwita Tri Prihani, S.T.P., M.P, juga dihadiri oleh oleh Lurah Banjarsengon Sudik Haryono, S.Sos., M.Si., Sekretaris Kelurahan Arik Riyantono, S.Sos., perwakilan kelompok usaha Susilowati, Silvia Agustina, Iin Angraeni, dan Suprihatin, serta mahasiswa Diana Fauziah dan Hani Atur Rohmah, serta tim PKK Kelurahan sebagai sasaran dari pelaksanaan program Pengabdian Desa Binaan.
”Kedatangan kami sebagai Tim Pengabdian Desa Binaan ke Kelurahan Banjarsengon, untuk menggali potensi yang ada di Kelurahan, dimana di sini (Kelurahan Banjarsengon) memiliki potensi komoditas kelapa dan kopi, dimana kedua komoditas ini, jika dikelola dengan baik dan dikembangkan, bisa menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujar Dr. Ir. Nita Kuswardhani, S.TP., M.Eng.
Selain membahas tentang hal pengolahan potensi kelapa dan kopi yang ada di Kelurahan Banjarsengon, Tim Pengabdian Desa Binaan dari FTP Unej, juga membahas kebutuhan masyarakat serta alternatif pengolahan yang dapat diterapkan secara aplikatif dan sesuai dengan kondisi setempat.
”Berdasarkan hasil sosialisasi dan koordinasi, disepakati adanya kerja sama antara kami dari Tim Pengabdian Desa Binaan Universitas Jember dengan pihak Kelurahan Banjarsengon untuk melanjutkan kegiatan pengabdian, pada kegiatan lanjutan, masyarakat akan mendapatkan pendampingan dan praktik pengembangan beberapa produk agroindustri, yaitu sabun kopi, Virgin Coconut Oil (VCO), dan kue sagon,” jelasnya.
Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan komoditas lokal sekaligus mendukung diversifikasi produk dan peluang usaha masyarakat.
Selain membahas rencana kegiatan, tim bersama pihak Kelurahan juga melakukan persiapan awal terkait lokasi rumah produksi. Dimana untuk program ini, dibutuhkan ruang produksi berukuran sekitar 2,5 × 4 meter yang berada di salah satu rumah ibu PKK, yang direncanakan menjadi tempat praktik dan pengembangan kegiatan produksi.
”Rumah produksi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh serta menjadi tempat awal pengembangan produk berbasis komoditas lokal secara berkelanjutan,” jelasnya.
Hasil sosialisasi dan koordinasi awal ini diharapkan bisa menjadi langkah awal dalam pelaksanaan program pengabdian di Kelurahan Banjarsengon. ”Melalui kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah Kelurahan, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penguatan sentra industri olahan kelapa, optimalisasi potensi kelapa dan kopi, serta pengembangan produk bernilai tambah yang dapat mendukung keberlanjutan usaha masyarakat,” paparnya.
Sementara Lurah Banjarsengon Sudik Haryono, S.Sos., M.Si, menyambut baik kegiatan ini, dimana kegiatan ini juga sejalan dengan program Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal dan meningkatkan pelaku usaha kecil naik kelas.
”Kami sangat berterima kasih dan menyambut baik kegiatan ini, dimana kegiatan seperti ini sejalan dengan program Pemkab Jember dalam meningkatkan usaha lokal untuk naik kelas,” pungkasnya. (*)
