Jember,kuasarakyat.com – Kasus Perundungan yang terjadi di Desa Sarimulyo Kecamatan Jombang Jember yang sempat viral beberapa waktu lalu, yang dilakukan oleh beberapa siswa salah satu SMP di Jombang, menjadi keprihatinan semua pihak.
Bahkan TR salah satu dari pelaku perundungan yang melakukan pemukulan terhadap MK, merupakan siswa yang memang selama ini dikenal sering berbuat ulah dan jarang masuk sekolah, bahkan pihak sekolah pernah menyerahkan TR kembali ke orang tuanya.
“Memang yang bersangkutan sering berbuat ulah dan jarang masuk sekolah, dulu pernah kita kembalikan ke orang tuanya, karena anaknya sering bolos, tapi karena ada permintaan maaf dan berjanji tidak akan membuat ulah lagi, akhirnya yang bersangkutan masuk kembali, eh sekarang berulah lagi dan tambah parah,” ujar KH kepala sekolah tempat TR mengajar.
Baca Juga:
Mabuk, Siswa SMP di Jember Hajar Temannya, Aksinya Terekam dan Viral Mabuk
Untuk kasus yang terbaru ini, KH menyatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan rapat bersama dengan Komite Sekolah untuk membahas sanksi yang lebih tegas dan tepat yang akan diberikan kepada TR.
“Setelah kejadian beberapa hari lalu, hari ini kami pihak sekolah dan komite melakukan rapat untuk membahas sangsi tegas yang tepat yang akan kami berikan kepada tersangka pemukulan,” kata KH.
KH juga menjelaskan, bahwa TR dan salah satu temannya TK yang melakukan perekaman pada aksi perundungan tersebut, dimungkinkan akan dikeluarkan dari sekolah. “Dimungkinkan dua siswa ini akan kami keluarkan dari sekolah ini, cuman keputusan tentang hal tersebut masih belum seratus persen,” pungkas Khosim.
KH tidak menampik jika lembaga yang dipimpinnya memiliki potensi yang bagus untuk berkembang dan mendidik siswanya, terlebih berada di perbatasan dengan Kabupaten Lumajang, saat ini saja ada 14 kelas dengan jumlah siswa mencapai 423 siswa.
Kepala Desa Sarimulyo, Hudi saat dikonfirmasi sebagai seorang tokoh masyarakat desa, sangat menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut.
“Pihak sekolah seharusnya lebih memperketat aturan yang ada. Salah satu contohnya, saya sering mengintruksikan ke perangkat desa untuk menegur siswa siswa yang kedapatan bolos sekolah, dan itu sering terjadi,” kata Hudi.
“Lokasi sekolah ini kan wilayahnya diperbatasan, perbatasan kecamatan, maupun perbatasan kabupaten, sangat potensi sekali. Tolong untuk para pendidik, agar menjaga nama baik sekolah, muridnya cukup banyak, sangat disayangkan kalau terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” pungkas Hudi. (Dop/Ma
