Jember, kuasarakyat.com – Paguyuban Kepala Desa (PKD) koordinator Jatim, usai menggelar pertemuan bersama 6000 kepala desa di Grand City Surabaya, Rabu (18/9/2024) menggelar Silaturrahmi bersama dengan ratusan kepala desa di Jember.
Ada momentum menarik dalam acara yang digelar di Hall Dafam Fortuna Jember, dimana kedua ketua organisasi kepala desa, yakni AKD (Asosiasi Kepala Desa) Ir. H. Nur Kholis dan APDESI (Asosiasi Kepala Desa Indonesia) Jember H. Kamiludin, berada dalam satu forum, dimana publik Jember tahu, keduanya berbeda ‘rel’ dalam pilkada 2024.
Bahkan kedua tokoh tersebut, didaulat untuk berada di satu panggung sambil menyilangkan simbol cinta dan juga kekompakan, oleh Pembina PKD Jatim Muhammad Yusuf alias Gus Yusus. “Ini seperti mau nikahan, sayangnya semuanya laki laki,” kelakar Gus Yusuf yang sambut aplaus oleh ratusan kades yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yusuf menyampaikan, bahwa PKD dibentuk, untuk mempersatukan kepala desa dalam satu komando, dan saling mensupport jika ada salah satu kepala desa menghadapi masalah.
“Silaturrahmi PKD, untuk mempersatukan seluruh kepala desa, agar seluruh kepala desa solid dan bersatu dalam menghadapi setiap masalah, jangan sampai ada satu kepala desa yang kena masalah, yang lain lantas menertawakan, di PKD, semua kedudukannya sama, dan saling menguatkan,” ujar Gus Yusuf.
Gus Yusuf juga menyampaikan ke kepala desa, bahwa dalam menghadapi Pilkada, kepala desa harus kompak, dan saling menjaga kerukunan, dan saling menghormati.
“Untuk mas Kamil selaku ketua Apdesi, dan masih muda, menghormati yang senior dan yang lebih tua, begitu juga pak Nur Kholis (ketua AKD) yang lebih tua, juga bisa mengemong kepada yang muda,” pesan Gus Yusuf
Gus Yusuf juga menyatakan, dalam menyikapi Pilkada 2024, pihaknya tidak mengarahkan kepala desa untuk mendukung paslon tertentu, kepala desa bebas menentukan pilihannya, walau secara pribadi dirinya memiliki pilihan dalam Pilkada 2024 ini khususnya Pilgub Jatim dengan memberikan dukungan untuk Khofifah Indar Parawansa.
“Kalau saya secara pribadi mendukung bu Khofifah, untuk teman-teman kades, silahkan menentukan pilihannya sendiri, dan saya tidak mau mengarahkan mau mendukung siapa, kalau mau sama dengan saya juga boleh dan tidak dilarang,” ujarnya.
Koordinator PKD Jatim Sujiono, dalam kesempatan tersebut menyatakan, bahwa dalam tubuh PKD, semua sejajar dan memiliki kedudukannya yang sama, tidak ada ketua, yang ada adalah koordintor.
“Di PKD, tidak ada istilah ketua, kedudukan kita sama, dan sejajar, apalagi kepala desa dipilih oleh lebih 60 persen warga dii masing masing desanya, oleh karenanya, kepala desa harus bersatu, begitu juga dengan sikap politik, semua memiliki hak yang tidak bisa dirampas oleh siapapun, termasuk diarahkan untuk mendukung paslon tertentu,” jelasnya.
Sementara Nur Kholis, selaku ketua AKD Jember, menyambut baik adanya silaturrahmi PKD di Jember, dengan adanya PKD, silaturrahmi antar kepala desa bisa tetap terjaga. “Ya ini bagus untuk kedepan, karena kami antar kepala desa bisa tetap terjaga tapi silaturrahminya,” pungkas Nur Holis. (*)
