Indeks

PMK di Jember Meningkat, DPRD Usulkan KLB dan Tutup Pasar Hewan

Comment783 views
  • Share

Jember, luasarakyat.com – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Jember terus meningkat, bahkan update terbaru, jumlah kasus PMK terus mengalami peningkatan, terbaru ratusan ekor hewan ternak yang terindikasi virus PMK, diantaranya Sapi Potong, Sapi Perah, Kerbau, Kambing, Domba dan Babi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jember drh. Andi Prastowo mengatakan, kasus PMK tertinggi diantaranya berada di Kecamatan Tempurejo sebanyak 271 kasus, kemudian Kecamatan Bangsalsari sebanyak 12 kasus, serta Kecamatan Ambulu dan Sumberbaru 70 kasus.

“Kalau yang tercatat di Seluruh Kecamatan yang ada di Jember, namun kasusnya dibawah angka 60. Hanya Kecamatan Kaliwates dan Sukorambi yang tidak terdapat kasus PMK,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/1/2025).

Diketahui hingga saat ini, lanjut Andi, terdapat 1.031 ekor sapi yang terindikasi virus PMK. Dari data ternak rentan PMK milik DKPP, diketahui sebanyak 420.916 ekor ternak.

“Diantaranya sapi potong sebanyak 273.219 ekor, sapi perah 380 ekor, kerbau 228 ekor, kambing 59.151 ekor, domba 87.614 ekor, kemudian babi 524 ekor,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk meminimalisir kasus tersebut, Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto meminta kepada Dinas DKPP untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait kasus PMK di Kabupaten Jember.

“Kasus PMK di Kabupaten Jember, jumlahnya sudah sekitar ribuan. Jadi kami minta kepada Dinas DKPP, untuk diterapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB),” ujarnya

Terkait dengan pembelian vaksin PMK, lanjut Candra, akan menggunakan anggaran sebesar 2,4 miliar dalam APBD 2025.

“Karena jumlah ternak di Jember ada ratusan ribu ekor. Sementara untuk vaksin, Kabupaten Jember hanya diberi jatah oleh Pemprov Jatim, sebanyak 4.750 dosis vaksin,” ungkapnya.

Candra juga mengusulkan, untuk menutup sementara pasar hewan yang ada di Kabupaten Jember.

“Untuk meminimalisir kasus ini juga, kami minta DKPP berkoordinasi dengan Disperindag, untuk menutup sementara pasar-pasar hewan. Karena dibeberapa Kabupaten lainnya pasar hewan sudah ditutup sementara. Khawatirnya hewan dari Kabupaten lain masuk ke Jember, karena pasarnya sudah ditutup,” pungkasnya (Rio/Ma)

Comment783 views
  • Share
Exit mobile version