Indeks

Ratusan Sopir Truk Demo didepan pintu masuk pelabuhan asdp Ketapang

Comment975 views
  • Share

Banyuwangi, kuasarakyat.com – Ratusan sopir truk ramai-ramai melakukan protes dengan menggelar aksi demo di depan pintu masuk pelabuhan asdp Ketapang Banyuwangi, menyampaikan protes karena telah berhari-hari tertahan di buffer zone atau tempat penampungan kendaraan yang ada di Dermaga Bulusan, pada Jumat (01/08/25).

Salah satu sopir yang terdampak adalah Adung, sopir kargo yang membawa muatan paketan. Dia sudah tertahan di Dermaga Bulusan selama empat hari.

“Saya berangkat dari Jakarta tanggal 25 Juli, sampai Baluran tanggal 27. Tanggal 28 Juli masuk penampungan (Dermaga Bulusan), belum menyeberang sampai sekarang,” urainya.

Adung mengatakan petugas tak cermat melakukan pemilahan kendaraan, sebab kendaraan yang dibawanya hanya memiliki berat 9 ton, namun karena kendaraannya tronton, kemudian disamaratakan dengan kendaraan dengan kapasitas di atas 35 ton.

Ia pun sempat memprotes hal tersebut, namun protesnya tak berlaku. Dia tetap diarahkan untuk masuk ke Dermaga penampungan mengikuti daftar antrean.

“Saya protes, tapi tidak didengar, tetap dipukul rata,” ujarnya.

Di sisi lain, Adung juga memprotes minimnya fasilitas di Dermaga Bulusan, di antaranya tidak tersedia air di fasilitas toilet, sehingga para sopir tak bisa membersihkan diri, termasuk untuk buang air besar dan buang air kecil.

“Ini saya sudah berhari-hari tidak mandi,” tambahnya.

Adung meminta kepada pihak terkait untuk segera menyelesaikan persoalan yang ada sehingga para sopir truk dapat segera diberangkatkan untuk menyeberang ke Pulau Bali.

Begitu juga dengan fasilitas yang ada di Dermaga Bulusan untuk disediakan aliran air, sehingga kebersihan sopir dan pelabuhan tetap terjaga.

General manager ASDP Ketapang, Yannes Kurniawan mengatakan bahwa terjadinya antrean kendaraan tak lepas dari ketidakseimbangan volume kendaraan yang datang dengan jumlah kapal yang beroperasi.

“Walaupun 9 kapal tapi kalau dalam sehari kurang dari 8 trip sama saja,” kata Yannes.

Peningkatan jumlah kendaraan di antaranya berasal dari penutupan jalur Gumitir hingga pengalihan jalan di wilayah Situbondo.

Sementara untuk tuntutan fasilitas aliran air di toilet, Yannes mengatakan bahwa pihaknya akan mencoba untuk segera memenuhi tuntutan dalam waktu dekat.

“Suatu hal yang bisa kita penuhi. Mudah-mudahan akan segera kami penuhi,” harapnya. (CZ)

Comment975 views
  • Share
Exit mobile version