Indeks

Respons Cepat SPPG Opo-opo, Layanan MBG Kini Lebih Tertata

Comment265 views
  • Share

PROBOLINGGO — Layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, menunjukkan perbaikan pasca audit yang dilakukan Satgas MBG pada Jumat (17/4/2026). Sejumlah pembenahan dilakukan menyusul temuan awal terkait menu MBG.

Kapolsek Krejengan, Iptu Miftahol Rahman, menegaskan bahwa pengawasan terhadap program MBG merupakan kerja kolektif lintas sektor di tingkat kecamatan.

“Forkopimcam sifatnya pengawasan, bukan hanya kepolisian saja. Ada Koramil, Camat, dan instansi lain seperti Dinas Kesehatan, ahli gizi, hingga Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (23/4/2026).

Ia menyebutkan, langkah-langkah perbaikan telah dilakukan setelah adanya temuan di lapangan.

“Berkaitan dengan temuan MBG yang bermasalah, kami sudah melakukan langkah di sana, dan alhamdulillah ada beberapa perbaikan,” kata Miftahol.

Ia juga mengapresiasi komitmen pengelola SPPG. “Kami mengapresiasi upaya pihak SPPG untuk terus berkomitmen melakukan perbaikan. Masukan dari penerima manfaat juga akan terus ditindaklanjuti,” tambahnya.

Kepala SPPG Opo-opo, Lutfi Saiful Rijal, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada perbaikan menu, tetapi juga memperkuat kolaborasi lokal.

SPPG, kata dia, telah bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Opo-opo dalam penanganan sampah. Selain itu, keterlibatan masyarakat juga cukup tinggi.

“Sekitar 90 persen relawan berasal dari warga Desa Opo-opo. Ini melampaui target minimal 40 persen yang ditetapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, rantai pasok bahan pangan juga melibatkan warga setempat serta pelaku UMKM desa.

Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Krejengan, Sri Rohayu, menyampaikan bahwa evaluasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan.

“Kami terus berbenah. Masukan dari audit dan masyarakat menjadi dasar perbaikan agar layanan MBG semakin baik dan tepat sasaran,” ujarnya.

Respons positif juga datang dari masyarakat. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Nur Khotimah, menilai kualitas menu MBG telah mengalami peningkatan.

“Sudah membaik dan bagus, anak saya juga senang,” katanya.

Perbaikan yang dilakukan menunjukkan adanya respons cepat dari pengelola dan pemangku kepentingan di tingkat lokal. Selain meningkatkan kualitas layanan, keterlibatan masyarakat desa dalam operasional SPPG juga dinilai memperkuat dampak sosial dan ekonomi dari program MBG di wilayah tersebut.

Comment265 views
  • Share
Exit mobile version