Indeks

Sebelum Dilaporkan ke Polisi oleh Modelnya, Fotografer di Jember Sempat Curhat ke Kades

Comment2,300 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – TY fotografer yang diberitakan oleh model atau tallentnya atas dugaan kasus mengungkapkan dan pencabulan ke Mapolres Jember pada Rabu (22/5/2024) sore, ternyata sempat mendatangi kepala desanya di kantor Desa Balung Kulon Kecamatan Balung pada pagi harinya.

Hal ini disampaikan oleh Langgeng Supriyanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di rrumahnya. Benar tadi pagi yang bersangkutan (TY) datang ke Balai desa, dia meminta solusi terkait viralnya di medsos atas tudingan memahami, dia sendiri mengaku, bahwa hal itu tidak benar, ujar Langgeng.

Pihaknya pun menyarankan kepada TY, agar melaporkan ke polisi, jika memang tudingan itu tidak benar. “Tadi yang bersangkutan langsung ke polisi, dan disarankan menggunakan pengacara,” ujar Langgeng.

Langgeng juga meminta kepada TY, agar berdiam diri dirumah, sambil menelaah atas tudingan-tudingan tersebut. “Yang bersangkutan saya sarankan untuk tetap dirumah, dan menelaah, apakah tudingan itu benar atau tidak,” jelasnya.

Seperti diketahui, 3 mahasiswi korban berdiskusi dan pencabulan yang dilakukan oleh terlapor, Rabu sore mendatangi Mapolres Jember, ketiganya mengaku telah mengalami pemahaman yang dilakukan TY.

“Kami bertiga ini yang akhirnya mau melaporkan ke Polisi, kalau korbannya, ada puluhan, nanti yang lain akan menyusul ikut melaporkan juga,” ujar Endel mahasiswi kebidanan di Jember yang ikut menjadi korban menjelaskan.

Endel menceritakan, bahwa modus terlapor dalam mempercayai korbannya, adalah dengan cara menghubungi korban, untuk dijadikan model, dan endors sebuah produk, tentunya dengan iming iming, jika fotonya terpilih menjadi endors, akan mendapatkan kehormatan dari produk yang terjual.

“Ya kami di DM (pesan lewat IG) oleh pelaku, dari DM tersebut kami ditawari untuk dijadikan model di kontennya, dimana nanti model-model di kontennya, akan di endorse oleh sebuah produk,” ujar Endel.

Mendapat tawaran tersebut, tentu saja Endel mau, sehingga dia rela datang jauh-jauh ke studio milik terlapor yang berjarak 30 kilo dari tempat tinggalnya.

Saat korban di studionya inilah, terlapor menjalankan aksinya untuk mempercayai korban, termasuk dirinya sendiri. “Jadi di studio dia, itu ada 3 ruangan, yakni ruang tunggu, ruang studio, dan juga ruang ganti, saya sendiri waktu itu ditanya, apakah mau ganti baju atau tetap pakai jilbab, saya pilih tetap berjilbab, tapi oleh pelaku di suruh juga menggunakan pakaian seksi,” ujar Endel.

Saat dirinya mengganti pakaian seksi seperti yang diarahkan ke terlapor, terlapor mengarahkan gaya korban, dengan memegang beberapa bagian intim korban, mulai dari atas sampai bawah. Pelaku memegangi seluruh bagian tubuh saya, baik atas, dasa dan juga bawah, ujarnya.

Pangkuan Endel ini diperbolehkan oleh temannya, yang saat itu ikut mengantar, dimana saat itu terlapor melecehkan temannya. “Kalau teman saya hanya dilecehkan, tapi korban yang lain ada yang sampai disetubuhi,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Polres Jember, membenarkan adanya laporan menjelaskan dan persetubuhan dengan dilaporkan seorang fotografer. Benar, tadi ada 3 perempuan dan 2 saksi yang melapor ke Polres, saat ini pelapor masih menjalani pemeriksaan, pungkas petugas yang berdinas di Satreskrim Polres Jember. (Ma)

BACA JUGA : https://kuasarakyat.com/puluhan-mahasiswi-di-jember-ngaku-dicabuli-fotografer-begini-modusnya/

Comment2,300 views
  • Share
Exit mobile version