Cerita Sopir Taksi Online di Jember Alami Sesak Nafas Saat Bekerja

Comment1,016 views
  • Share

Jember, Kuasarakyat.com – Rikza April Yanto (31) warga Jalan Nusa Indah, Lingkungan Pagah, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Jember, mengalami sesak nafas secara tiba-tiba saat sedang mencari penumpang.

Peristiwa itu diketahui saat beredar video singkat di media sosial. Dalam video itu, dirinya meminta pertolongan.

Charis, rekan korban yang merupakan sesama sopir taksi online mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban sedang mencari penumpang untuk mengejar poin di tempat perusahaan kami bekerja.

|Baca Juga:  Alami Sesak, Warga Tanggerang Ditemukan Meninggal di Hotel Jember.

“Saat itu korban bermaksud mendatangi tempat kami yang biasa sering dijadikan tempat ngetem,” ujar Charis saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Jumat (6/8/21) malam.

Charis menambahkan, bahwa korban sejak pagi sudah mengaku kurang enak badan, korban sejak pagi mengaku sedang sakit. “Sejak pagi hari korban mengatakan badannya kurang sehat, badannya merasakan demam tinggi. Setelah kami telfon, korban masih mengaku tidak apa-apa katanya,” ungkapnya.

Charis mengatakan, komunikasi terakhir yang ia lakukan dengan korban saat korban sedang berada di sekitar Balung mengantarkan penumpang. Setelahnya, tidak ada komunikasi lagi.
“Terakhir kali waktu itu saya berkomunikasi sekitar jam 14.00. selanjutnya karena kami khawatir terjadi apa-apa, teman kami mencoba menghubungi korban kembali. Ternyata diketahui, korban Sekitar pukul 17.00 WIB, berada di bahu jalan Kartini, mengaku sesak nafas. Kemudian kami menuju kelokasi,” jelasnya.

Setibanya dilokasi, Charis yang mengetahui korban sedang sesak nafas mengaku bingung meminta pertolongan kepada siapa.

“Kita bingung mau menghubungi siapa, mau cari bantuan untuk mobil ambulan juga kami tidak tau. Akhirnya insiden yang menimpa korban kami rekam, kemudian video tersebut kita kirim ke group WA,” katanya.

Charis mengaku, karena vidio yang diunggah viral, sehingga banyak yang membantu untuk mencarikan mobil ambulan.

Sembari menunggu mobil ambulan tiba, Charis mengatakan, tempat parkir korban berada di depan RS Bersalin Panti Siwi, mendapat pertolongan pertama dari dokter tersebut. Karena keterbatasan alat yang ada, korban diberi minuman susu dan obat. Karena takut terjadi sesuatu, korban ditempatkan dalam mobil miliknya.

“Kurang lebih sekitar 45 menit mobil ambulan sudah datang. Korban kemudia dibawa ke rumah sakit dr. Soebandi, dan dilakukan perawatan. Alhamdulillah, kondisi korban mulai membaik, sudah bisa untuk diajak komunikasi. Namun masih menunggu dari hasil swab,” terangnya. (Iw/Bs)

Comment1,016 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.