Warga Balung Bunuh Diri Diduga Karena Terjerat Pinjaman Online

Comment3,025 views
  • Share

JEMBER, Kuasarakyat.com – Kematian Esti RP (23) warga Desa Balung Lor Kecamatan Balung Jember gantung diri pada Jumat (20/8/2021) didalami jajaran kepolisian Sektor Balung.

Kapolsek Balung AKP. Sunarto mengatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi terkait aksi bunuh diri yang dilakukan korban, serta jika memungkinkan akan memanggil penyedia layanan pinjaman online (Pinjol) .

“Memang ada dugaan kuat korban melakukan aksi bunuh diri karena adanya tekanan dari Pinjol, hal ini dari surat wasiat yang ditulis korban, serta ada dua aplikasi Pinjol di jo korban yang saat ini kami jadikan alat bukti,” Kata dia Minggu (22/8/2021).

Menurut Kapolsek, dalam surat wasiat yang ditulis korban, dirinya merasa malu karena banyak hutang dan terus ditagih, tidak hanya itu, korban juga menulis pesan minta maaf kepada ibunya dan minta agar dua adiknya disekolahkan sampai jenjang yang tinggi.

“Di surat wasiat yang ditulis korban, sudah jelas, intinya korban minta maaf kepada ibunya, dan mengatakan merasa malu punya hutang banyak, dan minta agar adiknya disekolahkan sampai jenjang yang tinggi,” Ucap dia.

Selain surat wasiat yang dijadikan alat bukti, percakapan chating antara korban dengan penagih dari Pinjol juga menjadi dasar polisi dalam melakukan penyelidikan.

“Memang ada percakapan antara korban dengan oknum Pinjol, dan ini sudah kami screenshoot untuk dijadikan alat bukti,” jelasnya

Diberitakan sebelumnya,Esti RP yang juga salah satu karyawan Farmasi di sebuah rumah sakit di Jember, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Kejadiannya sore kemarin, pertama kali yang mengetahui korban tergantung adalah ibunya saat pulang dari bekerja, melihat anaknya tergantung di pintu dengan seutas tali, ibu korban langsung menjerit,” ujar Darto ketua RW setempat Sabtu (21/8/2021).

Mendengar ada jeritan dari ibu korban, tetangga yang mendengar langsung mendatangi sumber suara, beberapa diantaranya langsung memotong tali yang melilit leher korban, dengan harapan korban bisa diselamatkan.

“Saat itu saya mendapat laporan dan langsung ke rumah korban, si korban sudah di diturunkan, dan yang memotong tali tetangganya, saat itu wajah korban sudah pucat, ya namanya orang kampung, korban di pompa paru parunya dengan harapan korban bisa diselamatkan, namun sudah tidak bisa,” pungkas Darto. (Ma/Bs)

Comment3,025 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.