Jember, Kuasarakyat.com – Jalan di depan masjid Jami’ Baitul Amin Jember akan kembali difungsikan hingga menuju arah stasiun kereta api. Jalan ini sempat ditutup pada tahun 2007 lalu oleh Pemkab Jember. Alasannya, agar di depan masjid Jamik bisa dijadikan tempat parkir kendaraan jamaah maupun pengunjung alun-alun Jember.
“Kemungkinan bulan ini pengerasan jalan di depan masjid jamik Alun-alun Jember sudah selesai, dan bulan depan sudah bisa difungsikan untuk jalur menuju jalan Wijaya Kusuma,” kata Siswanto, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Jember Jumat (17/9/2021).
Siswanto mengatakan jalan tersebut penting untuk dibuka kembali karena menjadi jalan alternatif yang bisa digunakan sewaktu-waktu. Selain itu pembukaan jalan wijaya kusuma juga bagian dari rencana pengembangan wilayah kota.
“Jalan Wijaya Kusuma itu sangat penting sebagai jalur alternatif, terutama ketika ada penutupan jalur di sekitar alun-alun, sehingga Pemkab Jember berencana untuk membuka kembali, Insya Alloh bulan Oktober nanti sudah bisa dilalui, sekarang tinggal pengerasan saja,” jelas dia.
Seperti diketahui, sejak jalan Wijaya Kusuma ditutup untuk pengendara dari arah Jalan Sultan Agung, perekonomian di sekitar stasiun menjadi lesu, banyak usaha di wilayah tersebut gulung tikar, bahkan ruko yang ada di Jalan Wijaya Kusuma juga tidak terawat, meski ada beberapa los ruko yang digunakan untuk usaha.
Seiring dengan rencana Pemkab Jember membuka kembali jalan Wijaya Kusuma, para pedagang menyambut baik rencana tersebut. “Ya baguslah kalau dibuka lagi, soalnya sejak ditutup 15 tahun lalu, kondisi jalan seperti jalan mati, banyak tempat usaha yang tutup karena sepi pengunjung,” ujar Ahmad pedagang kopi di yang ada membuka kedai di jalan Wijaya Kusuma.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Setiawan warga Jelbuk, dengan dibukanya jalan Wijaya Kusuma, pihaknya tidak lagi perlu memutar lewat kampus saat penutupan jalur menuju alun-alun, terlebih saat ini jalan menuju alun-alun sering ditutup saat ada kegiatan.
“Ya senang jalan Wijaya Kusuma dibuka lagi, apalagi itu bisa menjadi jalur alternatif, mudah-mudahan segera terealisasi,” pungkas Setiawan. (Ma/Bs)
