Pimpinan Ritual Selamat dan dalam Perawatan, Polisi Dalami Unsur Pidana

Comment8,119 views
  • Share
Pimpinan Ritual
Kasatreskrim Polres Jember AKP. Komang Yogi AW bersama Kapolres saat dilokasi kejadian

Jember, kuasarakyat.com – Jajaran Polres Jember saat ini melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa ritual maut yang menewaskan 11 orang di Pantai Payangan Watuulo Jember yang terjadi pada Minggu (13/2/2022) dinihari.

Menurut Kasatreskrim Polres Jember AKP. Komang Yogi Arya Wiguna, saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi, termasuk kepada korban selamat, dan warga sekitar lokasi kejadian.

“Kami masih mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi dan korban selamat, termasuk kepada penanggungjawab ritual yakni Hasan, namun untuk meminta keterangan terhadap yang bersangkutan kami masih menunggu selesainya yang bersangkutan menjalani perawatan di Puskesmas,” ujar Kasatreskrim saat mendampingi Kapolres Jember AKBP. Hery Purnomo di lokasi kejadian.

|Baca Juga: Seluruh Korban Hilang dalam Ritual Maut Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal Dunia, Ini Daftarnya

Bahkan menurut Kasatreskrim, tidak menutup kemungkinan ada unsur pidananya, yakni di pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang. “Ya masih kita dalami, kalau ada unsur pidananya, ya bisa dikenakan pasal 359 tentang kelalaian, apalagi ada warga sekitar yang sebelumnya sudah mengingatkan agar tidak menggelar ritual,” jelas Kasatreskrim.

Seperti diberitakan sebelumnya, ritual yang dilakukan oleh 23 ‘jamaah’ dari Padepokan Tunggal Jati Nusantara asal Desa Dukuhmencek Kecamatan Sukorambi Jember, pada Minggu (13/2/2022) dinihari berbuah petaka, saat ritual baru berjalan 1 jam, tiba-tiba ombak besar datang dan ‘menjemput’ jamaah ritual.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, pada Sabtu malam rombongan jamaah Tunggal Jati Nusantara terdiri berangkat dari padepokan dengan menggunakan minibus Elf dengan nopol DK – 7526 VF menuju pantai Payangan Dusun Watuulo Desa Sumberjo Ambulu Jember, dan tiba di lokasi ritual pada pukul 23.00 WIB.

|Baca Juga: Ritual di Pantai Selatan, 23 Orang Terseret Ombak Pantai Watu Ulo

Kemudian 23 jamaah minus Sopir menggelar ritual di pinggir pantai yang ada di selatan Bukit Samboja. “Saat itu salah satu saksi yakni Saladin yang mengelola tempat wisata Bukit Samboja sudah mengingatkan kepada rombongan agar tidak ditepi pantai karena ombak sedang besar, namun mereka tetap nekat menggelar ritual,” ujar Kapolsek Ambulu AKP. Makruf S.Sos saat dikonfirmasi Minggu (13/2/2022) pagi.

Saat sedang ritual itulah, tepatnya pada pukul 00.25 dinihari, ombak besar datang dan menyeret seluruh jamaah, atas kejadian ini, beberapa jamaah yang selamat langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar, dan menghubungi pihak Polsek Ambulu. (Ma)

Comment8,119 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.