Jember, Kuasarakyat.com – Puluhan motor yang sedang diparkir di sejumlah titik jalan di wilayah kota Jember diamankan anggota Satlantas Polres Jember yang sedang melakukan operasi ketertiban, Senin dini hari (20/2/2023).
Pemilik motor yang kebanyakan anak-anak usia sekolah dan mahasiswa itu sedang asik nongkrong. Motor-motor yang sedang terparkir dan dinilai tidak standar, sebanyak 24 motor langsung diangkut ke atas mobil patroli Satlantas Polres Jember.
Motor-motor yang diamankan polisi adalah kendaraan yang kedapatan melanggar ketertiban lalu lintas. Seperti menggunakan knalpot brong, tidak terpasang kaca spion, dan tidak ada plat nomor.
Terkait tindakan dari Anggota Satlantas Polres Jember ini, kata Kasat Satlantas Polres Jember AKP Arum Inambala merupakan program baru dari dirinya, dengan membentuk Tim Zebra (Zero Brong Area Jember) yang terdiri dari 20 anggota unit Lantas Polres Jember.
“Kita kebetulan melakukan tindak penertiban kendaraan bermotor, dan juga merupakan program baru dari Satlantas Polres Jember, kami kini memiliki Tim Zebra (Zero Brong Area Jember),” kata Kasat Satlantas Polres Jember AKP Arum Inambala saat dikonfirmasi via telepon seluler, Selasa pagi (21/02/2023).
“Apa itu Tim Zebra? Nantinya tim ini yang akan menindaklanjuti keresahan masyarakat soal banyaknya kendaraan bermotor roda dua yang menggunakan knalpot Brong. Sehingga menimbulkan suara kebisingan setiap hari. Oleh karena itu kami dari Satlantas Polres Jember menindaklanjuti dengan adanya Tim Zebra ini,” sambungnya.
Selanjutnya dari giat penertiban dan operasi ini, kata Arum, puluhan motor yang diamankan akan dikembalikan ke pemiliknya. Tapi sebelum itu, harus dikembalikan ke kondisi semula.
“Sebagai bentuk tindakan kita yakni Preentif, Preventif, dan represif. Tapi tidak lupa juga kita mengedepankan edukatif. Artinya tidak hanya ditilang, tapi orang tua kita panggil dari pemilik motor tidak standar ini. Kemudian kita berikan edukatif agar sama-sama memberikan pengawasan kepada anak-anaknya. Untuk knalpot brong nanti dihancurkan sendiri dulu oleh anak atau pemilik motor, untuk kemudian diganti sesuai standar,” tutup Arum. (Gusti)







