Kasus Viral ‘Penelantaran’ Jamaah Umroh, Agency Travel Umrah PT. BZW Jalani Pemeriksaan di Mapolres Jember

Comment1,864 views
  • Share

Jember, kuasarakyay.com – Kasus Viralnya vidio ‘penelantaran’ jamaah umroh yang diberangkatkan oleh PT. Berkah Zamzam Wisata (BZW), memasuki babak baru.

Setelah beberapa waktu lalu, sejumlah jamaah secara resmi melaporkan ke Mapolres Jember, Jumat, (10/2023), giliran para agen yang bernaung dibawah travel umroh PT. BZW menjalani pemeriksaan di Mapolres Jember.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz menyampaikan, pemeriksaan tersebut sebagai kelanjutan proses untuk menindak dugaan penipuan terhadap puluhan jamaah umroh.

“Hari ini penyidik memeriksa agen-agen. Kurang lebih ada sekitar 8 agen,” bebernya kepada wartawan di ruang kerjanya.

Abid menyebut kasus ini menjadi atensi publik. Sehingga, ditangani secara intensif dengan membentuk tim khusus yang beranggotakan 7 orang penyidik.

“Saya bentuk tim supaya cepat terbagi tugasnya masing-masing. Kami serius, karena jumlah korbannya mencapai 43 orang,” jelasnya.

Sementara ini, temuan krusial tentang bukti petunjuk yang mengarah adanya unsur tindak pidana pada tiket pesawat. Diyakini tiket pesawat untuk jamaah tidak sesuai dengan yang di perjanjian.

“Tiket pesawat sistem tembak. Tidak disediakan dari awal, tapi masih mencari-cari yang ada promosi. Ketika terkendala tiket kondisi terdesak diakali oleh agen beli saat itu. Bahkan ada jamaah yang terpaksa beli sendiri,” papar Abid.

Sepertinya bukan hanya soal tiket. Melainkan juga menyangkut sarana penginapan, kendaraan, dan makanan yang harus disediakan oleh agensi atas kontrak perjalanan umroh dengan jamaah.

Tiap jamaah membayar Rp36 juta ke travel Zamzam. Terdapat sebanyak 101 jamaah yang berasal dari berbagai daerah. Hampir separuhnya adalah warga Jember.

“Masih kita dalam lagi, karena keterangan yang kami peroleh saat di sana (Arab Saudi) tidak langsung tersedia hotel dan konsumsi untuk para jamaah umroh,” ulas lulusan Akpol tahun 2015 itu.

Informasi yang terhimpun dari salah seorang jamaah wanita, disebutkan berbagai hal yang menjurus penipuan travel Zamzam. Dia bercerita sejak awal perjalanan, saat di Arab Saudi hingga proses pemulangan.

“Semula kami dibawa naik kendaraan berhenti di rest area tol Sidoarjo. Disitu bukan lanjut ke bandara Juanda – Surabaya, tapi malam ganti bus ke Jakarta lewat darat,” ungkap perempuan yang meminta identitasnya di rahasiakan itu.

Di bandara Soekarno Hatta, Jakarta sebanyak 101 jamaah menunggu pesawat selama berjam-jam. Lalu, pihak agensi menaikkan jamaah ke pesawat Indigo.

Pesawat itu terbang dari Jakarta terlebih dahulu mendarat di Mumbai – India. Di tanah Hindustan para jamaah kembali menunggu berjam-jam. Bahkan, sempat ada beberapa visa jamaah yang ditahan petugas bandara, karena ramai mengeluh tiadanya konsumsi.

“Untungnya, visa dikembalikan lagi oleh petugas bandara Mumbai. Sehingga, kami bisa melanjutkan penerbangan,” tuturnya.

Penerbangan selanjutnya dari Mumbai ke Arab Saudi juga tidak berlangsung tenang. Menurutnya, para jamaah harus menahan haus dan lapar, karena sama sekali tidak disediakan makanan atau minuman.

“Kami sampai minta minuman yang itu sebenarnya jatah pramugari. Kami minta ke pramugari diberi minuman, mungkin kasihan ke jamaah,” ujar dia.

Tatkala tiba di Mekah, fasilitas hotel dan konsumsi lancar selama tiga hari. Masalah kembali terjadi saat pindah ke Madinah. Jamaah diajak muter-muter tanpa kejelasan tujuan tempat menginap.

Cekcok antara jamaah terjadi begitu saja hingga videonya menyebar ke berbagai lini media sosial. Usai perang mulut, pihak agensi memberi penginapan.

“Tapi, penginapan sepertinya bukan hotel bintang tiga sebagaimana yang dijanjikan. Ada dua tempat penginapan yang digunakan saat di Madinah, sehingga kami kalau makan harus pindah ke penginapan satunya. Makanan sering terlambat, contohnya untuk sarapan baru jam 11 siang ada,” urainya.

Tiba waktunya jamaah harus pulang ke Tanah Air justru masih tertahan selama beberapa hari di Madinah. Jamaah mulai gusar dan uring-uringan dengan agensi.

“Beberapa orang jamaah sampai nekat minta transfer uang keluarganya yang di Indonesia agar bisa pulang tepat waktu,” sebutnya.

Tour guide travel Zamzam, Erny Yusnita menampik anggapan menelantarkan jamaah. Ia justru merasa kepulangan yang terlambat adalah keuntungan bagi jamaah berada lebih lama di Tanah Suci.

“Hanya miskomunikasi saja. Tidak terjadi apa-apa, semua baik-baik saja. Bersyukur jamaah sudah pulang,” sanggahnya ketika pemulangan jamaah yeng terlambat di tanggal 31 Oktober 2023 lalu. (Ma)

Comment1,864 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.