Rekayasa Rekapitulasi Pleno Jadi Finalisasi, PPP akan Adukan KPU-Bawaslu Jember ke MK dan DKPP

Comment1,012 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Protes rekapitulasi akhir surat suara oleh KPU dan Bawaslu Jember yang digelar pada Rabu (6/3/2024) malam, dan terjadi kekisruhan hingga ‘terusirnya’ saksi Mandat PAN, juga disikapi oleh PPP.

Ketua DPC PPP Jember KH. Madini Farouq dan juga H. Ahmad Khoirul Farid SH., selaku kuasa hukum partai berlambang Kakbah, menyatakan, bahwa KPU Jember telah melakukan rekayaaa dalam proses rekapitulasi, dimana rekayasa tersebut, waktu yang seharusnya untuk membacakan rekapitulasi suara DPR RI, ternyata oleh KPU dijadikan agenda Finalisasi.

 

“Apa yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu malam ini, hanya sebuah rekayasa, tadi siang, KPU membacakan rekapitulasi untuk suara Propinsi, kemudian di skorsing dan dilanjutkan pada pukul 19.00, tapi saat pelno akan dimulai, bukannya membaca rekapitulasi suara DPR RI, tapi justru finalisasi, ini sudah gak benar,” ujar Farid.

Farid berjanji, bahwa apa yang terjadi di Jember ini, akan dibawa ke MK dan DKPP, juga akan diperjuangkan di tingkat Propinsi. “Kami akan membawa carut marut Pemilu di Jember, khusunya Kecamatan Sumberbaru, ke MK dan juga DKPP, ini jelas kriminalisasi politik,” terang Farid.

Faridpun menantang Bawaslu dan KPU untuk adu tanding data C hasil dan D hasil di tingkat Propinsi. “Ada 111 TPS di tiga desa, yakni Pringgowirawan, Gelang dan juga Yosorati untuk rekapitulasi suara pemilu yang digelembungkan oleh partai tertentu, yang kami laporkan pada tanggal 4 Maret, tapi sampai saat ini laporan kami tidak ditanggapi oleh Bawaslu dan juga KPU, kami akan terus mengawal laporan ini hingga ke Bawaslu Propinsi, saya tantang Bawaslu dan KPU Jember tanding data,” ancam Farid.

 

Farid juga menayangkan, Komisioner Bawaslu, terutama ketua dan Divisi Penindakan tidak menampakkan diri selama sehari di hari terakhir rekapitukasi, padahal saat rekapitulasi, seluruh Komisioner oenyelenggara, harus hadir.

 

“Saya sangat menyayangkan tidak munculnya Ketua Bawaslu mas Sanda dan juga mbak Devi selaku Divisi Penindakan dihari terakhir tadi siang, mereka baru muncul saat KPU akan membacakan finalisasi,” sesalnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua DPC PPP Jember KH. Madini Farouq, menurut pria yang biasa dipanggil Gus Mamak, proses Finalisasi KPU Jember, yang seharusnya terbuka untuk umum, justru menjadi rapat pleno tertutup.

“Ini ada apa dengan Bawaslu dan KPU Jember, padahal masyarakat punya hak untuk tahu, hasil akhir dari rekapitulasi suara Pemilu, kami mencurigai adanya permainan politik kotor yang dilakukan Bawaslu dan KP Jember,” tegas Gus Mamak.

Dari lantunan media ini, acara rekapitulasi yang biasanya disiarkan secara live melalui kanal YouTube KPU Jember, pada malam terakhir, yakni pada finalisasi, tayangan live tersebut tidak ada, beberapa pihak juga menyayangkan hal ini. (Ma)

Comment1,012 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.