Indeks

Bayi yang Dibuang di Bondowoso Akhirnya Diserahkan ke UPT PSAB Sidoarjo

Comment2,760 views
  • Share
Bayi yang Dibuang
Penyerahan Putri Shubuh Sholihah, bayi yang dibuang di Poncogati Bondowoso.

Bondowoso, kuasarakyat.com – Putri Shubuh Sholihah, bayi yang dibuang di Dusun Taman, Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso pada Rabu (2/3/2022) lalu akhirnya diserahkan ke Dinsos Provinsi Jawa Timur.

Putri Shubuh Sholihah dijemput oleh rombongan petugas UPT PSAB Sidoarjo Dinsos Jawa Timur di Puskesmas Curahdami, Rabu (16/3/2022) siang.

Kepala Puskesmas Curahdami dr Umi Fadillah mengatakan, Putri Shubuh Sholihah tergolong bayi lahir dengan berat badan rendah.

|Baca Juga: Geger Penemuan Bayi Perempuan Dibuang di Selokan Bondowoso

“Lahir dengan berat badan 2,5 kg. Kemudian kami rawat sekitar 2 minggu, sekarang berat badannya memenuhi syarat untuk dibawa ke PSAB Sidoarjo yaitu 2,6 kg,” papar Umi kepada KuasaRakyat.com.

Untuk menaikkan berat badan, Puskesmas Curahdami menjaga nutrisi dan kebutuhan cairan pada si bayi.

“Kami harap di PSAB nanti bayi Putri Shubuh Sholihah bisa dirawat dengan baik dan kelak mendapatkan orang tua asuh yang benar-benar menyayanginya,” harap dr. Umi.

Kepala Dinsos dan P3AKB Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamidah menerangkan, penyerahan dilakukan oleh Dinsos Kabupaten Bondowoso ke Dinsos Provinsi Jawa Timur melalui UPT PSAB.

|Baca Juga: Warga Beberkan Kronologi Penemuan Bayi Perempuan di Bondowoso

“Selanjutnya, proses assessment untuk hak asuh atau adopsi menjadi kewenangan dari PSAB Sidoarjo,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sudah ada 13 warga yang resmi mengajukan hak asuh pada Putri Shubuh Sholihah.

“Nanti kami akan melakukan assessment untuk menentukan siapa yang layak menjadi orang tua asuh adik Putri,” ucap Kasi Perlindungan Sosial pada UPT PSAB Sidoarjo Riyanti.
Proses penilaian, katanya, tidak bisa dipastikan berlangsung berapa lama.

“Tapi kami dua kali dalam setahun menyerahkan hak adopsi, yaitu pada Juni atau Juli dan November atau Desember. Tapi untuk adik Putri masih belum bisa dipastikan kapan bisa diadopsi,” beber Riyanti dikonfirmasi via sambungan telepon.

Berdasarkan data, di UPT PSAB Sidoarjo kini ada 45 bayi yang dirawat dan menunggu untuk diadopsi.

“Puluhan bayi terlantar yang kami rawat ini hasil kiriman dari seluruh wilayah se Jawa Timur,” sebutnya.

Ia menambahkan, proses adopsi menitikfokuskan pada si anak.

“Bukan pada calon orang tua untuk memenuhi keinginan punya anak saja, tapi bagaimana anak yang akan diadopsi memiliki masa depan yang jauh lebih baik,” terangnya.

“Jadi kita akan nilai kelayakan, terutama pada kemampuan ekonomi calon orang tua untuk menjamin masa depan si anak,” imbuhnya. (ad)

Comment2,760 views
  • Share
Exit mobile version