Jember, kuasarakyat.com – Depresi gara-gara dicerai istri, Misyanto (45) warga Dusun Pasaralas Desa Garahan Kecamatan Silo Jember, menjadi kalap, bahkan tindakannya nyaris merenggut nyawa Sadima (65) yang tidak lain ibu kandungnya sendiri.
Informasi yang berhasil dihimpun kuasarakyat com, peristiwa ini sendiri terjadi pada Sabtu (13/8/2022) petang, dimana saat itu Khotimatus Ningsih (30) adik dari pelaku usai mencuci piring berniat menjenguk ibunya yang sedang sakit.
Namun dirinya terkejut saat baru masuk kamar ibunya melihat pelaku sedang memeluk erat ibunya yang terbaring, sedangkan kaki ibunya terlihat kejang kejang, takut terjadi hal hal yang tidak iinginkan, Ningsih berteriak memanggil suaminya.
Beruntung Lukman Hadi (37) suami Ningsih segera datang dan menarik pelaku, saat itulah Ningsih melihat leher ibunya berdarah, dan segera memanggil tetangga lainnya untuk memberikan pertolongan. Sedangkan pelaku sendiri oleh keluarga korban diserahkan ke pihak Polsek Silo.
Kapolsek Silo AKP. Suhartanto melalui Kasi Humas Polres Jember Iptu. Brisan Immanula, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, dan pelaku sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
“Benar pelaku sudah diamankan, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengalami depresi karena dicerai istrinya, tidak hanya itu, dari pengakuannya, pelaku juga mengalami tekanan batin setelah mengikuti ritual kebatinan,” ujar Kasi Humas Polres Jember Iptu. Brisan tanpa menyebut ritual kebatinan yang di maksud.
Korban sendiri mengalami luka sayatan leher cukup serius dengan paanjang sayatan sekitar 8 cm, bahkan batang tenggorokan korban ikut terisi, hal ini seperti dijelaskan oleh Humas RSD. dr. Soebandi Jember drg. Septiyono Heriawan kepada sejumlah wartawan.
“Saat ini pasien sudah selesai dioperasi, kondisi stabil dan masih di observasi. Tapi belum dipindah keruangan perawatan umum. Masih di IGD, korban mengalami luka cukup serius, karena batang tenggorokan ikut teriris, namun secara keseluruhan kondisi korban sudah membaik,” pungkas dr. Iwan panggilan drg. Septiyono Heriawan. (Ma)
