Indeks

Diberitakan Hoax Tentang Perselingkuhan, Guru di Jember Lapor Polisi

Comment1,697 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Soemantri, salah satu Guru SD di Kecamatan Gumukmas Jember, Kamis (30/5/2024) bersama dengan istri dan anaknya serta M. Rizki Pratama SH selaku kuasa hukumnya, mendatangi Mapolres Jember.

Kehadirannya ke Mapolres Jember, untuk melaporkan salah satu media online di Jember, atas pemberitaan dengan judul “ASN Guru di Jember Di Massa saat Berduaan Tidak Pakai CD Bersama Istri Tetangga” tayang pada Rabu 29 Mei 2024.

M. Rizky selaku kuasa hukum pelapor menilai, bahwa apa yang diberitakan media online tersebut tidak sepenuhnya benar, bahkan cenderung memberitakan berita bohong (hoax) dengan menggiring opini, seolah-olah kliennya melakukan perselingkuhan.

“Saya menyayangkan adanya pemberitaan tersebut, yang tayang di media online, dimana oknum wartawannya dengan inisial TK, tidak melakukan upaya klarifikasi dan konfirnasi, dan melakukan pemberitaan sepihak, terutama permasalahan tersebut seolah-olah ada peristiwa asusila, tentu ini sangat nerugikan dan mencemarkan nama baik klien saya, swhingga kami menempuh jalur hukum,” ujar Rizky.

Rizky menjelaskan, bahwa sebelum berita kliennya tayang di media online, memang diawali dengan beredarnya sebuah video, yang narasinya dibuat seolah-olah ada perselingkuhan yang digrebwk warga, di grup whatsapp.

Pihaknya pun mencari tahu, siapa yang menyebarkan dan merekam, dan akhirnya ditemukan, bahwa video tersebut direkam oleh MD (16) yang juga tetangganya.

“Saat kami telusuri, akhirnya kami tahu, bahwa yang merekam video dengan narasi penggerebekan pasangan selingkuh dilakukan oleh MD, saat MD saya bertanya, dia mengakui, dan mengatakan kalau dirinya melakukan itu atas perintah orang-orang,” ujar Rizky.

Karena masih bertetangga dekat, MD mengakui apa yang dilakukan salah, dan membuat pernyataan. “Sebagai tetangga, kami memaafkan MD, meskipun klien kami masih merasa dirugikan dengan video yang sudah tersebar,” jelasnya.

Namun, dirinya menyayangkan, ketika dua hari setelah peristiwa tersebut, ada pemberitaan tersebut, tanpa ada konfirmasi dan klarifikasi kepada kliennya, terutama berita tersebut hoax, dan tidak seperti dalam video yang beredar.

Padahal menurut Rizky, video penggerebekan itu, terjadi dirumah kliennya, dimana kejadiannya berawal saat kliennya pulang dari ngobrol bersama tetangganya.

Namun saat baru masuk rumah, istri kliennya melihat, ada kilatan lampu disekitar rumahnya, kemudian istri menyuruh kliennya untuk melihat dan memastikan apa yang terjadi, setelah keluar, ternyata ada beberapa orang dimana salah satunya ada yang dikenal.

“Saat klien saya diluar, ada kegaduhan, kemudian istri klien saya yang saat itu mengenakan baju tidur, ikut keluar, dan terjadi kegaduhan, saat itulah pengambilan gambar video dilakukan dengan narasi adanya penggerebekan perselingkuhan, padahal itu terjadi di rumahnya sendiri bersama istrinya,” jelasnya .

Sedangkan mengenai adanya potongan video yang menggambarkan sebuah kasur seperti berada di dalam kamar, lengkap dengan celana dalam dan obat kuat, Rizky menjelaskan, bahwa kasur tersebut milik kliennya yang dibuang di lorong belakang rumah. “Kalau kasurnya itu, ada di luar rumah, di lorong, jadi terkesan seperti di kamar, kalau CD dan obat kuat, kliennya juga gak tau itu punya siapa,” jelasnya.

Sementara wartawan dengan inisial TK, saat dikonfirmasi atas laporan berita bohong, kepada wartawan menyatakan, bahwa dia memberitakan berdasarkan beredarnya video di grup-grup whatsapp, sedangkan mengenai konfirmasi, dia sudah mengunjungi sekolah tempat pelapor dinas.

Dasar saya menulis, dari video yang beredar, dan saya mendatangi sekolah tempat yang bersangkutan mengajar, karena memang jam dinas, tapi saya sama kepala sekolah dihalangi, karena jam dinas, jelasnya.

Bahkan TK menunjukkan link update pemberitaan, dimana kepala dusun tempat kejadian, membenarkan adanya peristiwa penggerebekan. “Kalau penggerebekannya benar, tapi perselingkuhannya tidak benar, ini yang harus diluruskan,” ujar Rizky saat mendapat alasan dari TK. (Bu)

Comment1,697 views
  • Share
Exit mobile version