Indeks

Diduga Sarat Kepentingan, Surat Gapoktan Desa Jombang Ancam Ketersediaan Pupuk Petani

Comment2,020 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Sejumlah petani dan puluhan pemilik kios pupuk bersubsidi di Kecamatan Jombang Jember bergolak, hal ini menyusul adanya surat dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Dewi Sri beralamat di Dusun Krajan yang mengancam Distributor pupuk.

Dimana dalam surat yang beredar, disebutkan bahwa Gapoktan tersebut ‘seolah-olah’ sudah melakukan rapat bersama 15 kelompok Tani, untuk mendirikan kios pupuk baru bersubsidi di Desa Jombang, jika pendirian kios baru tersebut tidak diizinkan, maka seluruh kelompok Tani tidak akan menandatangani e RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

“Kalau memang e RDKK tidak ditanda tangani oleh kelompok Tani, dan pupuk bersubsidi tidak tersalurkan, yang dirugikan petani dan juga kios,” ujar Masyhuri anggota kelompok Tani Margi Rahayu.

Selain itu, Masyhuri juga menyatakan, bahwa kios baru yang diusulkan oleh Gapoktan tersebut, juga mendapat penolakan, karena dikhawatirkan justru akan memperkeruh situasi, karena keberadaan kios pupuk bersubsidi di Kecamatan Jombang, sudah cukup banyak.

Nur Yasin salah satu pemilik kios pupuk bersubsidi di kecamatan Jombang, kepada wartawan menyatakan, bahwa jumlah kios pupuk bersubsidi di Kecamatan Jombang, saat ini berjumlah 24 kios.

“Untuk Desa Jombang sendiri tempat Gapoktan Dewi Sri, itu sudah ada 6 kios pupuk, dan itu sudah mencukupi kebutuhan petani, kalau ditambah 1 kios lagi, justru dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak,” ujar Nur Yasin pemilik kios pupuk bersubsidi di Desa Wringinagung.

Dari data yang terima media ini, rapat yang dimaksud oleh Gapoktan Dewi Sri tersebut, sejatinya juga tidak pernah ada, karena pertemuan tersebut hanya dihadiri oleh 7 kelompok Tani dalam acara arisan dan tidak membahas soal pendirian pupuk bersubsidi.

“Kami sudah menemui beberapa ketua kelompok Tani, bahwa tidak semua ketua kelompok Tani hadir dalam pertemuan tanggal 26 kemarin, hanya 7 orang, sedangkan sisanya didatangi dirumahnya masing masing, itupun mereka tidak diberi tahu,” ujar Dian salah satu tim relawan satgas pupuk bersubsidi.

Sementara Sudirman kwtua Gapoktan Dewi Sri Desa Jombang, saat di konfirmasi media ini, belum memberikan jawaban, saat ditelpon nomor HP nya di 085895235XXX, terlihat nada berdering tapi tidak diangkat, begitu juga pesan whatsapp yang dikirim, juga belum dijawab.

Sedangkan Khurul Fathoni anggota Komisi B DPRD Jember, sangat menyesalkan adanya surat dari Gapoktan tersebut, selain membuat resah para petani, juga bisa berakibat mengganggu program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Kami kemarin mendapat aduan dari beberapa petani dan paguyuban kios pupuk bersubsidi, mereka menolak adanya kios baru, ditambah adanya ancaman ke distributor l, kalau e RDKK tidak akan ditanda tangani,” ujar anggota DPRD dari Fraksi Nasdem ini.

Pihaknya akan merespon aduan ini, dan akan melakukan koordinasi dengan pihak Distributor dan juga PI (Pupuk Indonesia) terkait masalah ini.

“Kami akan koordinasi dengan Distributor dan juga PI, untuk memastikan pupuk bersubsidi tetap dikirim, dan tidak menyetujui adanya kios pupuk baru, daripada membuka kios baru, lebih baik menyelesaikan permasalahan 2 kios pupuk bermasalah yang sampai saat ini belum tuntas,” pugkas Fathoni. (Ma)

Comment2,020 views
  • Share
Exit mobile version