Indeks

Gaduh Rp. 5 M Untuk Sarana Lapangan Golf, Dosen Fisip : Ada Perencanaan yang Tidak Tepat, Perlu Dikaji Ulang

Comment2,403 views
  • Share
Gambar ilustrasi, sumber pexels.com

Jember, Kuasarakyat.com – Rencana Pemerintah Kabupaten Jember menggelontor anggaran Rp 5 Miliar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk membangun House Club Golf terus menuai pro kontra.

Bupati Hendy Siswanto mengatakan, Pemkab Jember memiliki kerjasama dengan PTPN XII untuk revitalisasi lapangan golf, Bupati mengatakan, lapangan golf tersebut menjadi sebuah kebanggan bagi Jember. Sebab, tidak semua kabupaten memilikinya, dengan adanya lapangan golf, diharapkan mampu meningkatkan investasi di Jember.

Menyikapi rencana Pemkab Jember tersebut, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jember, Iffan G.E Muhammady mengatakan, bahwa kegaduhan yang timbul dari rencana Pemkab menganggarkan 5 M untuk club house Lapangan Golf, menunjukkan adanya perencanaan yang tidak tepat dan perlu dikaji ulang

“Jika anggaran 5 M untuk lapangan Golf menimbulkan kegaduhan, berarti ada perencanaan yang tidak tepat dan harus dikaji ulang, arus diperjelas dulu dasar berfikirnya, pelaksanaannya, evaluasinya, dan tentu harus berkaitan erat dengan semangat yang ditentukan dalam visi misi pemerintahan,” ujar Iffan.

Menurut Iffan, akan lebih baik jika Pemkab fokus melakukan kajian pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), dimana dalam RPJMD Kabupaten Jember merupakan daerah unggulan agribisnis dan usaha ekonomi produktif berbasis potensi lokkal.

“Misal, isu strategis Jember dengan melihat kajian RPJMD Jember, kita melihat bahwa Jember sudah masuk tahap ke 4, yang semangatnya lebih fokus kepada terwujudnya Kabupaten Jember sebagai daerah unggulan agribisnis dan usaha ekonomi produktif berbasis potensi lokal dan juga kajian TPB dan KLHS RPJMD 2021 -2026 yang menunjukkan pilar sosial masih didominasi masalah isu kemiskinan,” beber Iffan.

Tidak hanya itu, anggaran 5 Miliar dinilai tidak tepat, karena dianggarkan saat masa pandemi, dimana saat ini angka pengangguran di Kabupaten Jember mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

“Dari data BPS, angka pengangguran di Kabupaten Jember pada tahun 2020 terjadi kenaikan, begitu juga dengan angka kemiskinan, jika pada tahun 2019 angka kemiskinan mencatat ada 226,57 jiwa, namun pada 2020, mengalami kenaikan menjadi 247,99 jiwa,” ujar Iffan.

Sementara M. Yayan selaku Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember, menilai bahwa secara nominal uang 5 Miliar itu cukup besar hanya untuk revitalisasi lapangan golf, namun seharusnya anggaran pembangunan itu harus berhubungan dengan kebutuhan masyarakat jember, apalagi dalam keadaan masyarakat yang sedang terpukul oleh pandemi covid 19.

“Bupati harusnya punya analisa sosial yang mendalam, mendahulukan revitalisasi lapangan golf atau pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dimasa pandemi seperti saat ini, seharusnya orientasin anggaran harus keberpihakan pada UMKM, Petani, dan masyarakat Pinggiran, jika kita gambarkan, pengalokasian dana 5 Miliar untuk lapangan golf itu, yang menikmati adalah konglomerat saja, bagaimana bisa masyarakat menengah kebawah ikut menikmati fasilitas lapangan golf,” ujar Yayan.

Yayan menambahkan, alangkah baiknya jika Pemkab Jember menunda terlebih dahulu anggaran 5 M untuk agenda revitalisasi lapangan Golf, pemerintah harus fokus pada urusan pokok masyarakat yang lebih substansial.

“Kalau boleh memberi saran, saran saya adalah ditunda dulu agenda revitalisasi lapangan golf dan fokus pada urusan pokok masyarakat, manfaatkan dana 5 Miliar untuk hal yang lebih substansial,” pungkas Yayan. (Bryan/Ma)

Writer: BryanEditor: Ma
Comment2,403 views
  • Share
Exit mobile version