Indeks

Masyarakat Sayangkan Ada Dugaan Nepotisme Penyelenggara Pemilu Di Jember

Comment1,605 views
  • Share

Jember, Kuasarakyat.com – Dugaan adanya Nepotisme di tubuh penyelenggara pemilu, disikapi keras oleh salah satu tokoh pemuda yang ada di kecamatan Gumukmas.

Hal ini lantaran ada beberapa fakta mencengangkan yang muncul di permukaan terkait adanya penyelenggara pemilu yang mempunyai hubungan suami istri.

Diantaranya ada dugaan bahwa suami dari panwaslu kelurahan/desa (PKD) yang istrinya masuk dalam pengawas tps (PTPS).

Nopan Fawaid, tokoh pemuda Gumukmas mengatakan bahwa jika ini merupakan preseden buruk bagi penyelenggara pemilu yang diduga ada praktik nepotisme.

“Saya menyayangkan mas, terkait adanya dugaan tersebut. Hal ini juga menabrak aturan yang berlaku mas. Ya kami berharap pemerintah segera turun tangan lah atau jajaran penyelenggara fi atasnya melihat,” kata Nopan Fawaid tokoh pemuda kecamatan Gumukmas saat di konfirmasi sejumlah wartawan, Jumat (19/01/2024).

Dirinya juga menambahkan bahwa para pendaftar yang masih terikat pernikahan ini juga sadar bahwa aturan tersebut melarang. Ini juga ada unsur kesengajaan dari si pendaftar yang nekat mendaftar padahal suaminya penyelenggara pemilu.

“Kalau ndak salah ada surat pernyataan yang menjadi syarat pendaftaran PTPS (Pengawas Tempat Pemungutan Suara) mas, item terakhir kalau ndak salah. Parahnya pernyataan itu bermaterai resmi mas, kan ini sudah jelas jelas parah mas,” imbuhnya.

Sementara itu Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) Gumukmas Kabupaten Jember saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan melalui ketua Panwascam Eko Budi Waluyo tidak mengangkat telepon, dan hanya ditemui oleh Humas Panwascam Arisvan Wijayanto.

Arisvan mengatakan bahwa untuk seleksi PTPS memang belum pengumuman masih menunggu tanggal 21 Januari mendatang.

“Untuk perekrutan semua murni di handle bagian SDM saudara Eko Budi Waluyo mas, saya hanya bagian pencegahan hukum dan humas. Sebenarnya ada dua mas PTPS yang memiliki dua ikatan pernikahan dengan PKD dan lolos verifikasi, namun sudah diganti mas,” kata Arisvan bagian pencegahan,hukum dan humas Panwascam Gumukmas.

Aris juga menambahkan sementara ini ada temuan terkait KPPS yang suaminya juga PKD. Dan ini juga menjadi tantangan dirinya untuk menyelesaikan agar tidak terjadi kembali.

“Informasi yang saya dengar mas, istri dari PKD yang terpilih menjadi KPPS sudah mengundurkan diri mas. Saya berharap ada penyelesaian mas. Karena ini menabrak aturan mas, terkait perekrutan penyelenggara pemilu,” tambahnya. (Gusti)

Comment1,605 views
  • Share
Exit mobile version