Jember, kuasarakyat.com – Kasus perundungan terhadap siswa SMP di Kecamatan Jombang, Jember yang sempat terus berlanjut. Upaya mediasi yang diinisiasi oleh pihak Mapolsek Jombang di sekolah yang menghadirkan orang tua dari para pelaku dan korban buntu tidak menemui titik temu.
“Keluarga besar kami ingin dilanjutkan proses hukum saja, untuk keluarga pelaku aniaya juga sudah meminta maaf ke kami kita maafkan, tapi proses hukum tetap kami lanjutkan,” kata Hermanu Kakek MK korban perundungan saat ditemui di Mapolsek Jombang pada Senin (4/4/2022).
Hermanu menjelaskan keluarga besarnya sangat tidak terima melihat kejadian aniaya tersebut.
Baca Juga:
Mabuk, Siswa SMP di Jember Hajar Temannya, Aksinya Terekam dan Viral
“Salah satunya hal ini biar tidak terulang lagi dan para pelaku aniaya bisa jera akan apa yang mereka lakukan terhadap cucu saya, maka dari itu kasus ini kami lanjutkan,” imbuhnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Mapolsek Jombang Aipda Andrianto Widodo menambahkan pihaknya sudah berusaha untuk mandamaikan kedua pihak, karena antara korban dan pelaku masih dibawah umur. Namun upaya ini tidak membuahkan hasil dan pihak korban tetap bersikukuh melanjutkan proses hukum
“Semua sudah kita kumpulkan, dan keluarga korban ingin melanjutkan dan kita proses hukum, dan karena para korban dan pelaku masih dibawah umur nanti bisa proses pengadilan yang menentukan,” Tutur dia.
Dia menyatakan bahwa pelaku penganiayaan yang menimpa MK adalah 5 siswa dari salah satu SMP di kecamatan Jombang.
“Kelima pelaku masih satu sekolahan dengan korban, cuma kelima pelaku beda kelas,” jelas Kanitreskrim.
Sementara Moh. Khosim selaku kepala sekolah mengatakan, jika peristiwa yang dilakukan oleh siswanya terjadi di luar jam sekolah, bukan pada jam sekolah seperti yang diberitakan berbagai media.
Baca Juga:
Pernah Dikembalikan ke Orang Tua, Pelaku Perundungan Siswa di Jombang Terancam Sanksi
“Kejadiannya saat itu sudah pulang sekolah dan berada diluar sekolah juga, dan pada saat itu pagi itu sekolah ada kegiatan bersih bersih bersama, jadi bukan pada saat jam sekolah ya,” ujar Kosim.
Ditanya lebih jauh tentang bagaimana nanti proses selanjutnya para pelaku aniaya apakah masih bersekolah ditempat yang sama atau tidak, pihaknya masih belum menentukan sikap.
“Untuk anak anak yang terlibat dari kasus ini, masih kami rapatkan bersama komite, sejauh ini kami masih belum menentukan sikap, tapi kami sudah ada progres untuk mereka,” imbuhnya.
Agar peristiwa serupa tidak terulang, Kosim akan lebih meningkatkan lagi pengawasan terhadap peserta didiknya, dan akan selalu melakukan razia secara berkala terhadap barang bawaan siswa.
“Kejadian ini kami ambil hikmahnmya dan kami akan sering lakukan operasi di tas para murid, antisipasi hal hal tidak terduga agar peristiwa ini tidak terjadi lagi,” tutur kepala sekolah yang baru 1 bulan menjabat di sekolah SMP 2 Jombang tersebut. (Makrus/Supriadi)
