Indeks

Pasca Kasus Keracunan di Jember, BGN Larang Penggunaan Sari Kedelai Pada Menu MBG

Comment13 views
  • Share

Jember, Kuasarakyat.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan larangan penggunaan minuman kemasan sari kedelai atau yang selama ini populer disebut susu kedelai sebagai bagian dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (24/09/2026).

Penegasan tersebut disampaikan Koordinator Pengawas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPPG Gumukmas 02, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.

Teguh menjelaskan, penggunaan produk susu dalam program MBG memiliki ketentuan tersendiri.Salah satunya berkaitan dengan kandungan susu serta jenis produk yang diperbolehkan.

“Kami fokus di susu, ada batasan 20 persen. Susu apa pun, terutama kalau ada peternak lokal, itu yang harus diutamakan,” tegas Teguh.

Menurutnya, pengadaan bahan pangan untuk kebutuhan MBG juga diarahkan agar melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sementara untuk produk susu, SPPG harus memastikan produk yang digunakan memenuhi ketentuan legalitas dan standar yang telah ditetapkan.

Ia menyebut susu yang digunakan dalam menu MBG bukan susu dengan berbagai varian rasa. Produk yang dianjurkan adalah susu putih, termasuk susu steril full cream plain atau tanpa rasa.

“Susunya susu putih yang steril full cream, tidak boleh ada rasa-rasa seperti coklat atau strawberry,” jelasnya.

Teguh secara khusus menegaskan bahwa sari kedelai tidak dapat disamakan dengan produk susu.

“Kita melarang penggunaan sari kedelai atau susu kedelai karena sudah ada aturannya. Jadi memang harus susu, karena penggunaan istilah susu kedelai itu bukan produk susu. Itu sari kedelai,” katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh SPPG di Kabupaten Jember tidak kembali menggunakan minuman sari kedelai sebagai bagian dari menu MBG.

“Untuk susu kedelai memang dilarang. Kita fokus susu kotak yang batasannya 20 persen itu yang diutamakan. SPPG di Jember semuanya jangan memakai kembali susu kedelai,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Teguh menyampaikan bahwa, penggunaan produk susu juga diarahkan untuk mendukung pemanfaatan produk susu dalam negeri. Menurut Teguh, keberadaan peternak sapi perah lokal perlu mendapat perhatian dalam pemenuhan kebutuhan susu untuk program MBG.

“Kalau ada peternak, tolong mendekat ke SPPG,” ujarnya.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya peristiwa sejumlah siswa yang mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu MBG di wilayah Gumukmas. Dalam peristiwa tersebut, minuman sari kedelai menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian.

Teguh menyampaikan permohonan maaf kepada para korban dan keluarga atas kejadian tersebut.

“Hal seperti ini musibah. Kami mohon maaf terhadap korban dan keluarga korban,” ungkapnya. (Gusti)

Comment13 views
  • Share
Exit mobile version