Indeks

Pemerintah Larang Impor Baju Bekas, Pedagang Thrifting : Lebih Bijak Kalau Diatur

Comment638 views
  • Share

Banyuwangi, kuasarakyat.com – Pemerintah akan melarang impor baju bekas. Pedagang pakaian bekas atau yang biasa dikenal thrifting merasa kecewa dan meminta agar pemerintah lebih bijak.

“Kami para pelaku usaha merasa kecewa. Kalau dilarang total, tentu memberatkan. Mungkin lebih bijak kalau diatur, bukan dilarang,” kata Roni Febriansyah, pedagang thrifting yang juga penyelenggara event Bazar Pakaian Bekas di GOR Tawangalun, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (11/11/25).

Roni tak setuju apabila thrifting dianggap merugikan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Menurut dia, produk yang lebih merugikan ketimbang pakaian bekas adalah produk-produk impor baru dari China.

Menurut dia, para pelaku usaha thrifting bersedia apabila penjualan pakaian bekas diatur secara lebih detail. Termasuk soal perpajakan.

“Kami para seller sebenarnya mau kok bayar pajak. Bahkan kami ingin berkontribusi ke negara,” sambungnya.

Menurut dia, thrifting memiliki beberapa dampak positif. Salah satunya pembukaan lapangan kerja.

“Jadi intinya kami berharap ada pengaturan yang jelas, bukan pelarangan,” ungkap dia.

Roni mengatakan, mayoritas busana bekas yang dijual oleh para pedagang thrifting berasal dari luar negeri. Mayoritas adalah Korea dan Jepang. Para pedagang membeli barang-barang itu dari importir.

“Jika pelarangan diterapkan, dampaknya pasti menambah angka pengangguran. Banyak pelaku thrifting yang menggantungkan hidupnya di sini,” tutur Roni.

Roni mengatakan, produk thrifting memiliki pasar tersendiri. Dalam setiap event bazar, total transaksi bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Roni menjelaskan, pihaknya telah menggelar event bazar serupa di Banyuwangi sebanyak dua kali. Pada pelaksanaan pertama Juni lalu, para pedagang bisa meraup omzet total hingga ratusan juta rupiah.

“Untuk event bazar sekarang, total pedagang ada 80 seller dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Terbagi menjadi tiga kategori, yakni fashion, food and beverage, dan aksesoris,” ujar Roni. (CZ)

Comment638 views
  • Share
Exit mobile version