Indeks

Sembuh dan Keluar dari Rumah Sakit, Pimpinan Padepokan Langsung Diperiksa Polisi

Comment7,538 views
  • Share
Pemimpin padepokan Tunggal Jati Nusantara
Nur Hasan (kaos Hitam) guru spiritual Padepokan Tunggal Jati Nusantara

Jember, kuasarakyat.com – Pemimpin padepokan Tunggal Jati Nusantara Nur Hasan (38) yang juga korban selamat dari ritual maut, Selasa (15/2/2022) sudah pulih kesehatannya dan sudah keluar dari Rumah Sakit dr. Soebandi Jember tempat dirinya mendapatkan perawatan.

Kepulangan Nur Hasan dari rumah sakit ini dibenarkan oleh Dokter Triwiranto Wakil Direktur Rumah Sakit dr. Soebandi Jember, selain kondisinya yang sudah membaik, juga ada pihak dari Kepolisian yang menjemputnya. “Yang bersangkutan sudah dinyatakan pulih dan membaik, sehingga sudah bisa pulang,” ujar dokter Triwiranto.

Namun selepas keluar dari rumah sakit, Pria yang istri dan anak tirinya yakni Ida (30) dan Pinkan (13) juga ikut menjadi korban dalam tragedi ritual tersebut, langsung menuju ke Mapolres Jember untuk menjalani pemeriksaan, Nur Hasan dianggap pihak yang paling bertanggung jawab dalam insiden ritual mau yang menewaskan 11 orang.

|Baca Juga: Padepokan Tunggal Jati Nusantara Ilegal, Ka Bakesbangpol : Masih Ada Padepokan Serupa di Jember

Sayangnya, pemeriksaan terhadap Nur Hasan yang dilakukan oleh pihak Polres Jember masih tertutup, sehingga sejumlah wartawan tidak mendapatkan jawaban dari pihak kepolisian, beberapa perwira di Polres Jember juga enggan memberikan keterangan.

Namun Kasatreskrim Polres Jember AKP. Komang Yogi Arya Wiguna, sesaat setelah peristiwa ritual maut, kepada wartawan menyatakan, bahwa pihaknya akan memeriksa Nur Hasan selaku pimpinan dalam ritual yang menewaskan 11 orang.

“Ya masih kita dalami, kalau ada unsur pidananya, ya bisa dikenakan pasal 359 tentang kelalaian, apalagi ada warga sekitar yang sebelumnya sudah mengingatkan agar tidak menggelar ritual,” jelas Kasatreskrim.

Seperti diberitakan sebelumnya, ritual yang dilakukan oleh 23 ‘jamaah’ dari Padepokan Tunggal Jati Nusantara asal Desa Dukuhmencek Kecamatan Sukorambi Jember, pada Minggu (13/2/2022) dinihari berbuah petaka, saat ritual baru berjalan 1 jam, tiba-tiba ombak besar datang dan ‘menjemput’ jamaah ritual.

|Baca Juga: Temui Ahli Waris Korban Ritual Maut, Gubernur Gelar Tahlil dan Doa Bersama

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, pada Sabtu malam rombongan jamaah Tunggal Jati Nusantara terdiri berangkat dari padepokan dengan menggunakan minibus Elf dengan nopol DK – 7526 VF menuju pantai Payangan Dusun Watuulo Desa Sumberjo Ambulu Jember, dan tiba di lokasi ritual pada pukul 23.00 WIB.

Kemudian 23 jamaah minus Sopir menggelar ritual di pinggir pantai yang ada di selatan Bukit Samboja. “Saat itu salah satu saksi yakni Saladin yang mengelola tempat wisata Bukit Samboja sudah mengingatkan kepada rombongan agar tidak ditepi pantai karena ombak sedang besar, namun mereka tetap nekat menggelar ritual,” ujar Kapolsek Ambulu AKP. Makruf S.Sos saat dikonfirmasi Minggu (13/2/2022) pagi.

Saat sedang ritual itulah, tepatnya pada pukul 00.25 dinihari, ombak besar datang dan menyeret seluruh jamaah, atas kejadian ini, beberapa jamaah yang selamat langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar, dan menghubungi pihak Polsek Ambulu. (Ma)

Comment7,538 views
  • Share
Exit mobile version