Indeks

Seorang Ibu di Bondowoso Ditelantarkan Anak-anaknya Sendiri Karena Derita HIV dan TBC, Wabup Turun Tangan

Comment3,367 views
  • Share
Foto: Gerbang masuk UPT PSTW Bondowoso yang biasanya dijadikan tempat penyerahan lansia terlantar.

Bondowoso, kuasarakyat.com – Seorang ibu di Kabupaten Bondowoso berinisial A ditelantarkan anak-anaknya usai dinyatakan positif mengidap HIV dan TBC.

Kasus ini menghebohkan hingga membuat Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rachmat turun tangan menjadi mediator.

Sosok A merupakan ibu yang telah melahirkan 9 anak, dimana 7 di antaranya dirawatnya hingga besar, 1 meninggal dunia dan 1 diasuh oleh orang lain.

Informasi ini mencuat pertama kali pada Rabu, 23 Februari 2022 usai pesan tersebut diteruskan oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Bondowoso Slamet Yantoko di salah satu grup WhatsApp.

“Ibu A ini sudah dilimpahkan ke Dinsos dan telah menjalani perawatan di RSUD dr Koesnadi,” ucapnya, Kamis (24/2/2022).

Perihal lansia ataupun orang terlantar di Bondowoso biasanya dilimpahkan ke UPT PSTW Dinsos Provinsi Jawa Timur yang juga memiliki unit perawatan di Kabupaten Bondowoso.

“Belum ada koordinasi dengan kami. Tapi kami menyarankan agar beliau dirawat oleh keluarganya daripada diserahkan kepada kami,” ungkap Sukaryanto, Kepala UPT PSTW Kabupaten Bondowoso.

Ia menilai, dengan kondisi ibu A yang mengidap HIV dan TBC, maka memiliki risiko tinggi pada lansia yang berada di UPT PSTW.

“Di sini ada 100 lansia yang rata-rata usianya 60 tahun ke atas, beberapa pegawai, dan terlebih letak kami dikitari oleh pemukiman masyarakat,” tuturnya.

Katanya, sangat riskan jika ada penghuni yang mengidap HIV dan TBC.

“Selain potensi penyebaran TBC, stigma negatif HIV dikhawatirkan menimbulkan gejolak dari warga sekitar,” bebernya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamidah membenarkan tentang kasus penelantaran seorang ibu oleh anak-anaknya itu.

“Kami sudah koordinasi dengan pemerintah kelurahan, muspika, OPD-OPD terkait, anak-anak dari ibu A dan juga dihadiri oleh Wabup (Irwan Bachtiar Rachmat) tadi,” ucapnya.

Usai mendapatkan arahan dari Wabup, anak-anak dari ibu A ini akhirnya sadar dan menyetujui untuk merawat ibu kandungnya sendiri itu.

“Setelah dimotivasi Wabup dan menerima solusi atas kendala mereka selama ini, ibu A kembali dirawat anak-anaknya,” tuturnya.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rachmat menilai fenomena ini seharusnya tidak sampai terjadi di Kabupaten Bondowoso.

“Seburuk apapun keadaan, jangan sampai anak menelantarkan ibunya. Itu bukan ujian bagi ibu, tapi bagi anak. Jika lulus, maka ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT,” kata Wabup Irwan Bachtiar Rachmat dikonfirmasi via sambungan telepon.

Menurut politisi PDI-P itu, semua kendala yang disampaikan oleh anak-anak dari A dijawab dengan solusi kongkrit.

“Kendala tempat tinggal, kita carikan kontrakan untuk 2 tahun walaupun biaya patungan dari teman-teman. Sementara biaya pengobatan tidak perlu mikir, semuanya gratis ditanggung oleh rumah sakit,” tegasnya.

Jadi, tambah Wabup, pemerintah tidak hanya menilai dan menyarankan sebuah tindakan penyelesaian.

“Namun yang paling utama ialah hadir memberikan solusi nyata atas persoalan yang terjadi di masyarakat,” pungkas Irwan Bachtiar Rachmat. (ad)

Comment3,367 views
  • Share
Exit mobile version