Indeks

Tak Hanya Melulu Soal Keuangan, Ini Yang Dilakukan OJK Jember Dalam Penurunan Stunting.

Comment1,240 views
  • Share

Jember, Kuasarakyat.com – Otoritas jasa keuangan (OJK) Jember memberikan edukasi manajemen keuangan kepada masyarakat di Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, kabupaten Jember. Karena masyarakat di wilayah ini masih banyak yang belum memahami cara mengelola keuangan yang baik dan aman.

Edukasi yang diberikan merupakan bagian dasar dalam mengelola keuangan, terutama bagi ibu rumah tangga yang biasa memegang keuangan keluarga.

Selain mengedukasi masyarakat tentang manajemen keuangan, Pemkab dan OJK Jember juga memberikan penyuluhan stunting serta bantuan kepada mereka. Data yang dihimpun dilapangan, OJK Jember menyumbangkan bantuan untuk 250 warga di wilayah ini yang anaknya mengalami masalah pertumbuhan atau stunting.

Bantuan tersebut sebagai upaya penurunan stunting dan memaksimalkan pertumbuhan anak-anak di Kabupaten Jember.

Ketua tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Jember, MB Firjaun Barlaman, mentargetkan angka stunting pada 2024 mendatang bisa 1 persen atau bahkan zero.

“Kita telah melakukan berbagai penyesuaian dengan regulasi yang ada, termasuk memaksimalkan penta helix. Kita menaikkan target, sehingga kinerja menjadi maksimal baik di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Jadi bisa menjadi terukur dan terarah,” kata Gus Firjaun Sapaan akrab Wakil Bupati Jember.

Data dihimpun, pada November 2023 ini, angka stunting di Kabupaten Jember 6,3 persen, mengalami penurunan dari sebelumnya 6,7 persen.

Sementara ituKepala OJK Jember, Hardi Rofiq Nasution, mengatakan bahwa mengenai tempat penyimpanan uang lebih menekankan pentingnya memilih instansi yang benar-benar tidak diragukan lagi legalitas maupun pelayanannya.

“Nabung yang benar itu ya di bank. Perkara bank-nya level apa, yang penting legal. Kan kita awasi, paling tidak mereka gak gegabah. Jadi uangnya sesuai aturan likuiditasnya ada terus,” ungkap Hardi.

Dirinya juga berupaya membuat masyarakat membiasakan diri untuk menabung, meski dengan penghasilan yang tidak seberapa. Sehingga budaya menabung dapat mengakar kepada masyarakat kabupaten Jember.

“Untuk tabungan biasanya kan hanya yang mampu yang bisa nabung, tapi nyatanya tidak begitu juga. Gaya hidup itu berpengaruh juga. Kita berpenghasilan Rp3 juta tapi gak mau nabung ya habis terus gajinya. Nabung bukan soal besarannya berapa, tapi membiasakan menabung meskipun kecil itu yang penting,” ungkapnya. (Gusti)

Comment1,240 views
  • Share
Exit mobile version