Terduga Pelaku Penyalahgunaan BBM di Jombang Kabur, Pelapor Tuding Polisi Lambat

Comment29 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – AN warga Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang yang diduga pelaku penyimpangan BBM Bersubsidi di SPBU 5468129 kecamatan Jombang, Jember ada Kamis (27/8/2026) lalu, dikabarkan sudah melarikan diri.

Advokat Mohammad Husni Thamrin yang melaporkan saat dikonfirmasi media ini membenarkan, kaburnya AN tersebut. “Informasi pelaku kabur itu benar, mobil Nopol L 1649 ZE yang diduga palsu yang digunakan mengisi pertalite sekarang juga hilang,” ujar Thamrin.

Thamrin menambahkan, AN sendiri kabarnya sudah dua kali dipanggil pihak, Kepolisian Sektor Jombang, namun tidak pernah datang

“Informasi yang kami dapat, AN itu sudah dua kali dipanggil pihak kepolisian, tapi tidak datang, sekarang yang bersangkutan sudah tidak ada di rumahnya, mobil yang dipakai juga lenyap, polisi cuma menyita 4 curigen kosong,” tambahnya.

Menurut Husni Thamrin, kaburnya pelaku dan hilangnya mobil sebagai barang bukti (BB) kejahatannya disebabkan polisi kerjanya lambat.

“Usai malam kejadian, saat melapor ke Polsek Jombang saya sudah minta agar polisi gerak cepat, segera pasang garis polisi (police line) di SPBU, sita mobil dan amankan pelakunya yang saat itu sudah diketahui keberaadaannya, tapi tidak digubris, alasannya karena belum ada petunjuk dari Polres Jembar,” tegasnya.

Thamrin menduga, kaburnya pelaku dan hilangnya mobil yang menjadi barang bukti diduga karena ada peran oknum aparat yang ikut membantu. “Saya punya rekaman video pelaku yang mengaku sudah menyetorkan dananya agar aman, siapa oknum yang jadi beking tau, dan ini jangan dibiarkan, harus diusut dan ditindak,” pintanya.

Seperti diberitakan, Kamis (27/8/2026) malam, Thamrin melapor ke Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT) Kepolisian Sektor Jombang, kabupaten Jember, Jawa Timur.

Husni Thamrin usai menerima informasi dari masyarakat di SPBU Nomor 5468129 yang berlokasi di desa Padomasan, Kecamatan Jombang melakukan transaksi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite secara ilegal.

Mobil pelaku yang tertangkap basah, langsung melarikan diri, hingga membuat nozel pada pompa SPBU terputus.

Sejumlah warga yang mengantri di SPBU sepontan melakukan pengerjaan. Terjadi kejar-mengejar, akhirnya tertangkap di desa Kedungrejo, kecamatan Rowokangkung, Lumajang.

Husni Thamrin mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas penyimpangan BBM Bersubsidi secara serius. “Ini menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak dan uang negara. Tindakan ilegal itu sangat merugikan masyarakat dan keuangan negara, penyidik harus mengusut perkara ini dari hilir ke hulu, menemukan pemain lapangan, pemodal dan bekingnya,” pungkasnya. (Ma)

BACA JUGA : https://kuasarakyat.com/bbm-langka-aktifis-di-jember-desak-aparat-waspadai-aksi-penimbun/

Comment29 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.