Indeks

Warga Situbondo Kesulitan Air Bersih, Kadang Harus Bayar

Comment1,255 views
  • Share

Situbondo, Kuasarakyat.com – Warga Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo, kesulitan mendapatkan sumber air untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan, mereka harus menempuh jalan sekitar tiga kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Lilis, warga Desa Jatisari mengatakan kesulitan air untuk kebutuhan hidup sehari-hari sudah berlangsung hingga puluhan tahun. Terpaksa, aliran air sungai dimanfaatkan untuk kebutuhan minum setiap hari.

“Aliran sungai, warnanya hijau muda menjadi alternatif warga untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Lilis kepada Kuasarakyat.com, diwilayah Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo, Minggu(29/8/21).

Lilis mengaku, aliran sungai yang harus ia tempuh berjarak kiloan meter dari tempat tinggalnya. “Dari rumah ini arahnya keselatan, hampir sekitar 3 kilo meter, disana ada aliran sungai. Biasanya aliran sungai itu dimanfaatkan hewan lain juga,” ungkapnya.

Namun, Lilis saat ini dirinya tidak lagi memanfaatkan aliran sungai untuk dikonsumsi. Ia mengaku, pilihan lain karena ketersediaan air bersih.

“Sumber air bersih mulai tersedia baru beberapa tahun ini. Jarak tempuh ke titik air juga hampir sama, beberapa kilo meter. Namun, karena ini airnya lebih bersih, saya lebih memilih sumber air bersih dari pada sungai lagi,” jelasnya.

Lilis mengaku, saat ingin mendapatkan air bersih, ia harus membayar kepada pemilik saluran sumber air bersih tersebut. “Setiap hari saya pribadi membutuhkan air minimal 8 drijen, itu untuk kebutuhan memasak, kebutuhan minum ternak, mandi, untuk konsumsi minum dan lain sebagainya, dengan penggunaan yang sangat terbatas atau sedikit-sedikit agar terbagi dengan cukup,” ungkapnya.

Lilis menambahkan, harga satu drijen ia harus membayar Rp500. Serta harus ia gotong dengan karak tempuh kiloan meter untuk sampai kerumahnya.

Secara bersamaan, Sutarji, warga setempat mengatakan, sumber air bersih yang ada merupakan usaha salah satu warga sekitar. Biaya dan kebutuhan pokok lain ia tanggung sendiri tanpa bantuan pemerintah.

“Dulunya droping air bersih ada, walaupun telat. Kadang kalau telat kami ambil air di sungai untuk kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

Sutarji mengaku, fasilitas air bersih yang ada, serta diinisiasi oleh salah satu warga sekitar, merupakan usaha agar warga sekitar merasakan air bersih.

“Desa sebelah ada mesin bor air, itu kita pasang pipa air, agar air bersih sampai kesini, dari uang pribadi,” jelasnya. (Iw/Bs)

Comment1,255 views
  • Share
Exit mobile version