Polemik Fatwa MUI Sound Horeg, Ketua JSSC : Kami Mau Kok Diatur Asal Aturannya Jelas

Comment905 views
  • Share

Jember, Kuasarakyat.com – Buntut Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang menyatakan bahwa kegiatan Sound Horeg difatwakan Haram, membuat gaduh di kalangan masyarakat dan pengusaha sound system.

Mereka menilai bahwa fatwa haram ini, tidak jelas karena apa yang di haramkan, kenapa bisa diharamkan dan tentu banyak aspek lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Jember Sound System Comunity (JSSC) Arief Sugiartani ikut bersuara bagaimana polemik terkait Fatwa MUI tersebut.

“Intinya kami tidak menolak adanya Fatwa tersebut, namun juga harus jelas bagaimana point – pointnya. Kami tidak menolak jika ada aturan yang jelas bagaimana suaranya, bagaimana tariannya dan sebagainya,” kata Arief Sugiartani saat di wawancarai sejumlah awak media, Rabu (23/07/2025).

“Kami juga sudah bergerak bersurat kepada DPRD Kabupaten Jember untuk meminta dilakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat). Agar semua masukan bisa didengar dan diterima dengan baik,” imbuhnya.

Arief juga menyatakan bahwa pengusaha sound siap diatur, Asala aturannya harus jelas dan tidak ada pihak yang dirugikan.

“Kalau di Kabupaten Jember, kami siap di atur dalam bentuk surat edaran, Perbub bahkan Perda. Namun semua pihak bisa diakomodir, baik dari yang suka terhadap sound maupun tidak suka,” ulasnya.

M. Subur warga Kecamatan Gumukmas sebagai pecinta musik sound Horeg menilai bahwa Fatwa ini harus dijelaskan secara detail bagaimana yang di kategorikan haram.

“Saya sebagai pecinta Sound Horeg, tentu ini pukulan bagi kami. Namun kami ini juga bingung dimana haramnya?? Kalau dibilang mengganggu, dan bersuara keras, apa bedanya dengan sound sholawatan dan sound konser musik?,” ujar M. Subur.

“Kami berharap pemerintah bisa adil dan bijak ketika ada polemik sound Horeg ini. Karena kan tidak setiap hari kegiatan sound Horeg. Apalagi sebentar lagi momentum karnaval, kami pecinta Sound Horeg agak resah dengan adanya fatwa MUI ini,” tambahnya.

Polemik Fatwa MUI terkait Sound Horeg ini memang banyak terjadi di wilayah Jawa Timur yang dikenal banyak pecinta dan pengusaha Sound Horeg. JSSC (Jember Sound System Comunity) terus mendorong pemerintah dan stakeholder agar tidak ada lagi polemik agar tidak ada salah satu pihak yang dirugikan. (Gusti)

Comment905 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.