PT. Kinansyah Jember, Kembali Raih Penghargaan di Expo Konstruksi Jatim 2026

Comment34 views
  • Share

Jember, kuasarakyat.com – Developer PT. Kinansyah Adi Jaya Land Jember, kembali menorehkan prestasi membanggakan, terbaru pemilik Perumahan Istana Tegal Besar, Istana Kaliwates dan Istana Kaliurang mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada penutupan Expo Konstruksi Jatim 2026 yang diselenggarakan di Grand City Mall Surabaya pada Selasa (9/6/2026).

H. Abdus Salam atau biasa disapa Cak Salam, menyatakan, bahwa penghargaan ini, dinilai sebagai penyemangat dirinya untuk membantu mewujudkan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, dalam membantu masyarakat memiliki hunian yang murah dan terjangkau, dengan program 3 juta rumah.

“Penghargaan ini sebagai penyemangat kami, dalam membantu program pemerintah, dimana dalam program Asta Cita bapak Prabowo, salah satunya adalah memberikan subsidi rumah untuk rakyat, dan ini juga sesuai komitmen kami,” ujar pria yang juga ketua DPD REI Jawa Timur Komisariat Jember.

Sebelumnya, PT. Kinansyah Adi Jaya Land ini juga beberapa kali mendapatkan penghargaan, tidak hanya ditingkat Regional, tapi juga tingkat Nasional, dimana oleh BTN, PT. Kinansyah menjadi Developer dengan penjualan terbanyak rumah untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) se wilayah Jawa – Nusa Tenggara pada tahun 2025.

“Saat ini, kami bersama Bupati sedang menyelesaikan amanah dari bapak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, dimana untuk mensukseskan program pemerinta dalam penyediaan 3 juta unit rumah, Kabupaten Jember mendapat kuota pembangunan rumah bersubsidi sebanyak 10 ribu unit, ” paparnya.

Acara Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 ini sendiri diselenggarakan pada 9–11 Juni 2026 dengan mengusung tema “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara”.

Dalam pameran ini menampilkan inovasi material, teknologi konstruksi, perumahan berkelanjutan, hingga forum jasa konstruksi, dan terbuka gratis untuk umum.

 

Tidak hanya itu, dalam Expo Konstruksi Jatim 2026, juga dilakukan Pengukuhan Forum Masyarakat Jasa Konstruksi Jatim periodehhh 2026-2029, dimana forum ini sebagai penguatan sinergi antar pemangku kepentingan sektor konstruksi

Wakil Gubernur Jatim H. Emil Elistianto Dardak, dalam membacakan sambutan Gubernur Jatim menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Expo Konstruksi Jatim 2026, sekaligus pengukuhan Forum tersebut, hal ini juga sekaligus menunjukkan, bahwa pemerintah propinsi memberikan perhatian besar terhadap kemajuan industri konstruksi.

Pertama tentunya kami menghaturkan selamat atas dikukuhkannya Forum Masyarakat Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur. Ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem jasa konstruksi di daerah,” ujar Emil, Selasa (9/6).

Ia menegaskan, sektor konstruksi memiliki kontribusi strategis terhadap perekonomian Jawa Timur. Dengan sumbangan hampir 10 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), industri ini menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Emil, Expo Konstruksi Jatim 2026 menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai inovasi material bangunan dan teknologi konstruksi yang lebih efisien, aman, serta ramah lingkungan.

“Melalui pameran ini masyarakat dapat melihat perkembangan teknologi konstruksi yang semakin modern. Konstruksi yang lebih efisien, lebih ramah lingkungan, dan memberikan tingkat keselamatan yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, apabila sektor konstruksi Indonesia mampu meningkatkan daya saingnya, maka peluang untuk bersaing di tingkat global juga semakin terbuka.

Emil juga memberikan apresiasi kepada seluruh insan jasa konstruksi yang menjadi penggagas kegiatan tersebut. Menurutnya, pemerintah hanya berperan sebagai pendukung, sementara keberhasilan penyelenggaraan expo merupakan hasil kekompakan para pelaku industri.

“Kegiatan ini adalah wujud kekompakan pelaku industri konstruksi di Jawa Timur. Kalau industrinya kompak, insyaallah Jawa Timur akan semakin maju,” ujarnya.

Meski demikian, Emil mengingatkan bahwa kekompakan tidak menghilangkan semangat kompetisi dalam dunia usaha. Persaingan sehat dalam proses tender maupun pelaksanaan proyek tetap diperlukan untuk menghasilkan kualitas terbaik bagi masyarakat. (Ma)

Comment34 views
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.